SURABAYA - Masuknya nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok di bursa Pilwali Surabaya cukup menggemparkan. Bagaimana analisa para pakar politik terkait isu ini?

Pakar komunikasi politik asal Unair, Suko Widodo menilai jika fenomena Ahok yang masuk di bursa Pilwali Surabaya merupakan hal unik dan menarik. “Uniknya, sebelumnya kan Ahok sudah pernah jadi gubernur. Maka berarti kan Ahok “turun level” dalam tradisi struktur kepemerintahan,” ujarnya.

“Menariknya, jika benar adanya maka akan ada atmosfer pengelolaan kota bernuansa internasioanal. Kota Surabaya bakal benar benar berkelas/classy dengan pimpinan berkualitas internasional,” tambah Suko.

Meski demikian, Doktor lulusan Unair ini sangsi jika pria yang pernah berpasangan dengan Presiden Jokowi dalam memimpin Jakarta itu mau maju di Pilwali Surabaya. “Tetapi tentu tak mudah masuk Surabaya. Karena aspek kultural agaknya menjadi penghalang bagi Ahok. Saya sendiri gak yakin Ahok bersedia menjadi kandidat Wali Kota Surabaya,” pungkasnya.

Di sisi lain, peneliti senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam justru melihat jika Ahok bakal menghadapi tantangan yang berat jika ingin berkontestasi di Pilwali Surabaya. “Menurut saya Ahok dari sisi kelugasan blak blakan mendekati tipikal masyarakat Surabaya. Tetapi, itu saja tidak cukup,” tegasnya.

“Ada prasyarat kultural yang juga akan sulit dipenuhi Ahok untuk bisa meraih dukungan pemilih tradisional Surabaya. Surabaya ini struktur pemilih tradisional juga relatif masih besar. Mereka masih transisional menjadi pemilih rasional. Pertimbangan kultural dan identitas tradisional masih tetap dijadikan preferensi,” tambah Rokim.

Sosok pria yang kini menjadi kader PDIP itu, menurut Rokim, belum tentu bisa maksimal di Surabaya. “Ahok yang fenomenal di Jakarta belum tentu bisa cetar membahana di Surabaya,” ujarnya.

“Selain itu menurut saya dukungan partai pemenang juga relatif sulit mengingat PDIP selalu mempertimbangkan kekuatan tradisional seperti PKB dan NU di Surabaya. Rasanya DPP akan berhitung cermat karena setahu saya DPP PDIP mengusung semangat menjaga kehormatan sebagai partai pemenang di Surabaya akan memilih calon yang benar aman untuk menang,” pungkas Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura itu.

Sebagai informasi, Ahok mendadak mendobrak masuk di bursa Pilwali Surabaya. Namanya disebut oleh pemerhati politik dari Damai Center for Social Life, Belina Ho. Bukan tidak mungkin Ia kelak menjadi kuda hitam.

“Saya melihat bursa Bacawali masih cair. Saya mengusulkan nama Basuki Tjahaja Purnama, Ulama Muda Gus Hans, Politisi PSI Dhimas Anugrah, Sekkota Hendro Gunawan, Politisi PDIP Indah Kurnia, Audrey Yu, Komandan Kogasma Demokrat Agus Yudhoyono, dan Politisi PDIP Kirana Larasati untuk bertarung di Pilkada Surabaya 2020,” ujar Belina.***