PEKANBARU – Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sekitar Mal SKA, Pekanbaru, masih belum terkendali dan terus menuai keluhan warga. Berdasarkan pantauan GoRiau.com, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, area di samping parkiran pusat perbelanjaan tersebut kembali dipenuhi deretan pedagang.

Para pedagang terlihat bebas menggelar lapak di atas trotoar hingga mendekati badan jalan. Padahal dua hari sebelumnya, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru telah melakukan razia dan memberikan peringatan keras agar kawasan tersebut dikosongkan.

Keberadaan lapak liar ini jelas bertentangan dengan Keputusan Wali Kota Pekanbaru Nomor 956 Tahun 2025 tentang Penetapan Lokasi Berjualan bagi UMKM PKL. Samping Mal SKA dipastikan tidak masuk dalam daftar lokasi resmi yang diizinkan oleh pemerintah daerah.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada hilangnya hak pejalan kaki serta mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintas. Salah seorang pengunjung, Bintora, membenarkan bahwa kerumunan pedagang dan pembeli di lokasi itu menjadi pemicu utama kepadatan lalu lintas.

"Dilihat saja bang, ini PKL ini dan pembelinya saja bisa memakan satu ruas jalan. Kalau sudah di jam sibuk pasti buat macet, belum lagi parkir dari pelanggan mereka," keluh Bintora.

Intensitas jual beli di kawasan itu memang tampak meningkat drastis pada malam hari, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat yang berkunjung ke mal. Fenomena kucing-kucingan antara pedagang dan petugas terus berulang. Para PKL kerap kembali membuka dagangannya begitu aparat tidak lagi berjaga di lokasi penertiban.

Merespons temuan kembalinya para pedagang liar, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, menyatakan akan segera mengerahkan anggotanya kembali ke lapangan.

"Makasih laporannya, nanti akan saya kerahkan beberapa teman-teman Satpol PP untuk mengawasi areal tersebut," paparnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Pihak Satpol PP Kota Pekanbaru sebelumnya mengklaim rutin melakukan penertiban di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Mal SKA. Namun, mobilitas PKL yang sangat dinamis dan kerap berpindah-pindah dinilai menjadi tantangan berat dalam menata wajah kota agar bebas dari kesemrawutan. ***