JAKARTA - Peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah memasuki 700 hari. Namun hingga kini, belum juga diketahui siapa dalang yang melakukan perbuatan tersebut.

Pihak Polri yang bertugas menangani untuk mengusut tuntas kasus penyerangan ini juga belum ada perkembangan apapun. Padahal, telah membentuk tim gabungan maupun merilis hasil sketsa wajah pelaku.

Menanggapi hal ini, Novel Baswedan mengatakan, 700 hari kejadian yang menimpanya itu memang telah berlalu. Namun memang sama sekali tidak ada kejelasan dari Polri untuk mengungkap siapa pelaku teror tersebut.

"700 hari penyerangan saya atau hampir dua tahun, tidak ada kejelasan pengungkapan pelaku penyerangan," ucap Novel saat dikonfirmasi, Selasa (12/3).

Ads
Menurutnya, ketidakjelasan itu ditunjukkan atas sikap pemerintah atau presiden yang tetap diam. Dia menyebut kejadian teror terhadap dirinya sama dengan kasus - kasus kekerasan terhadap pejuang anti-korupsi dan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) yang tak menemui titik terang.

"Pemerintah atau Presiden seolah membiarkan atau tidak peduli,"tegasnya.

Oleh karena itu, dia mendesak Presiden Joko Widodo untuk mau mengambil sikap untuk membentuk TGPF. Sebab, itu merupakan satu-satunya jalan keluar dalam mengusut kasus ini.

"Saya tetap mendesak Presiden Jokowi mau membuka jalan pengungkapan dengan membentuk TGPF yang independen dan tidak tersandera dengan kepentingan politik," jelasnya.

Ini karena menurutnya, pembentukan tim gabungan yang dibentuk Kapolri Tito Karnavian agar bisa mengusut tuntas kasus ini belum terlihat hasil kerjanya. "Tim itu tidak mau menunjukkan kesungguhannya mengungkap semua serangan terhadal insan KPK lainnya," tuturnya.

Untuk diketahui, kasus penyerangan Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Novel disiram menggunakan air keras oleh dua orang yang tak dikenal saat hendak salat subuh di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat kejadian tersebut, Novel mengalami luka cukup parah di bagian mata kirinya.

Hari ke-700 setelah peristiwa tersebut, kasus penyerangan Novel memang masih belum menemui titik terang. Dalang di balik penyerangan masih juga belum terungkap.***