PEKANBARU – Hingga hari terakhir waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) Tahun 1447 H/2026 M Tahap I pada Selasa (23/12/2025) kemarin, calon jamaah haji (CJH) Riau yang belum melunasi Bipih tercatat 1.045 orang. Hal ini membuat peluang jamaah cadangan untuk berangkat haji musim ini besar.Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon, saat coffe morning dengan insan pers di kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (24/12/2025).

"Setelah waktu pelunasan (Bipih) tahap I ditutup kemarin, Selasa (23/12/2025), jamaah kita yang melunasi tercatat 3.611 orang atau sekitar 78 persen. Yang tidak melunasi ada 1.045 orang. Pelunasan kita masih di atas rata-rata pelunasan tahap I nasional yang tercatat hanya 73,9 persen," papar Defizon.

Karena semua kuota haji yang tersedia harus terserap habis untuk berangkat, menurut Defizon, pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kekurangan kuota jamaah berangkat haji tahun ini. "Semua kuota kan wajib terserap. Antisipasi kekurangan yang 1.045 orang tadi, akan ada pelunasan Bipih tahap II mulai tanggal 2 sampai 9 Januari 2027 besok. Tapi di tahap II yang berhak melunasi beda kategori lagi. Setelah kita hitung-hitung, kita itu masih kekurangan jamaah untuk memenuhi kuota sebanyak 58 jamaah lagi," jelas Defizon.

Dari data yang dipaparkan, rincian perhitungan jamaah yang berhak pelunasan Bipih Tahap II sebagai langkah antisipasi mengatasi kekurangan jamaah yang belum melunasi di tahap I adalah sebagai berikut:

Jamaah gagal sistem di tahap I sebanyak 331 orang

Jamaah pelimpahan 65 orang

Jamaah penggabungan pelimpahan 35 orang

Jamaah pendamping lansia 24 orang

Penyandang disabilitas dan pendamping 2 orangJamaah terpisah mahram/keluarga 211 orangJamaah cadangan 435 orang.

"Jadi dari potensi pelunasan tahap II, kita masih kurang 58 jamaah lagi. Maka kita bilang peluang jamaah cadangan untuk berangkat tahun ini besar. Kita imbau mereka segera persiapkan diri, lakukan pelunasan, persiapkan juga dokumennya. Dokumen ini kan titik rawan. Pelunasan sudah tapi dokumen tak siap, kan tak bisa juga berangkat," kata Defizon.

Hal lain yang cukup melegakan pihaknya, kata Defizon, adalah progres proses paspor, biovisa dan MRTD jamaah. Per 16 Desember 2025 kemarin, ungkapnya, dari total jamaah 4.656 orang, paspor yang sudah di Kanwil sebanyak 3.617 paspor (78 persen), sedang proses bio paspor 3.281 jamaah (70 persen) dan proses MRTD di Kanwil sudah 3.088 orang (66 persen).

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Muliardi yang juga turut hadir menyampaikan, bahwa dengan terbitnya UU Nomor 14 Tahun 2025, penyelenggaraan haji saat ini sudah sepenuhnya dilakukan Kementerian Haji dan Umrah. Dengan perubahan aturan itu juga terjadi pergeseran sumber daya manusia dan aset.

"Saat ini peralihan aset maupun sumber daya ini sedang berproses di Biro Sekretariat Kementerian Haji. Mudah-mudahan prosesnya lancar semua dan penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun berjalan dengan baik," harap Muliardi. ***