JAKARTA - PT. Sucofindo diminta bertanggung jawab dengan banyaknya kiriman kontainer dari luar negeri yang terindikasi berisi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu melalui siaran persnya yang diterima GoNews.co, Senin (08/07/2019) di Jakarta.

"Salah satu yang bertanggung jawab atas permasalahan tersebut PT. Sucofindo, karena mereka yang meloloskannya. Walaupun saya juga enggak yakin, kalau memang betul-betul diperiksa, masa sampai kecolongan. Tentu ini harus diperdalam lagi,” ujar Gus Irawan.

Saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Batam, Kepri, Jumat (5/7/2019) lalu, Gus Irawan mengaku menemukan limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan.

"Ini bukan hanya merugikan Batam, tapi juga Bangsa Indonesia dan mencederai nama baik Tanah Air. Karena Indonesia negara besar dan berdaulat. Masak bangsa sebesar ini jadi tempat pembuangan sampah-sampah dari luar negeri. Tentu kita sebagai masyarakat tidak akan rela,” papar Gus irawan.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, permasalahan sampah limbah tersebut juga harus segera diselesaikan terutama oleh PT. Sucofindo. Pasalnya perusahaan tersebut berperan penting terhadap masuknya sampah ke wilayah Batam.

Dari temuannya itu, Gus Irawan memaparkan, total kontainer yang terindikasi membawa sampah dari luar negeri sebanyak 65 kontainer, dengan komposisi 11 kontainer dinilai aman, 16 kontainer tercampur, dan 38 kontainer terkontaminasi limbah B3.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Utara itu mengatakan, keberadaan para pengusaha merupakan aset penting bagi Bangsa Indonesia, karena turut serta dalam membayar pajak.

"Namun di sisi lain, pengusaha yang beroperasi di wilayah Indonesia juga harus menjaga lingkungan agar tetap sehat," pungkasnya.***