PANGKALAN KERINCI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan terus melakukan proses penyidikan terkait dugaan kasus korupsi penimbunan lokasi MTQ tingkat Provinsi Riau tahun 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Silpia Rosalina menyebut tidak menutup kemungkinan bakal ada penetapan tersangka baru.

"Bahwa proses penyidikan perkara ini terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan ada tersangka baru lagi," tegasnya, saat konferensi pers didampingi Kasi Intelijen, Fusthathul Amul Huzni di Gedung PTSP Kejari Pelalawan.

Kajari Silpia mengatakan, saat ini penyidik tengah fokus kepada kedua tersangka yang telah ditahan. Menurutnya, terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan.

Diberitakan GoRiau.com sebelumnya, Kejari Pelalawan melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi penimbunan lokasi MTQ tingkat Provinsi Riau tahun 2020.

Adapun kedua tersangka yang ditahan tersebut adalah TRM diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan JN selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kedua tersangka merupakan mantan pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan.

"Kedua tersangka sudah ditetapkan dan dilakukan penahanan di Rutan Pekanbaru, 20 hari kedepan," terang Kajari Pelalawan, Silpia Rosalina didampingi Kasi Intelijen, Fusthathul Amul Huzni, Kamis (30/6/2022).

Dijelaskannya, penetapan tersangka merupakan hasil ekspos dan hasil pemeriksaan dari 26 orang saksi, 3 orang ahli, serta kurang lebih 80 surat atau dokumen yang telah disita.

"Sehingga hari ini, Tim Penyidik Pidsus Kejari Pelalawan menetapkan dua orang tersangka, yaitu TRM dan JN," jelas Kajari Rosalina.

- Kejari Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Penimbunan Lokasi MTQ Pelalawan

Kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan tindak pidana korupsi ini, berdasarkan perhitungan ahli sebesar Rp1,8 miliar lebih.

Kegiatan penimbunan di Pangkalan Kerinci ini dilaksanakan oleh PT Superita Indo Perkasa sebagaimana Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor: 620/D.PURP/BM-KTR/2020/77 tanggal 27 November 2020 senilai Rp3.722.898.100,66 berasal dari APBD Pelalawan Perubahan 2020.

Kegiatan diawasi oleh penyedia jasa konsultan dari CV Altis Konsultan sebagaimana surat perjanjian kerja Nomor: 630/D.PUPR/BM-SPK/PWS-PL/2020/80 tanggal 2 November 2020, nilai kontrak Rp95.670.355.00.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak terlaksana sesuai spesifikasi sebagai mana telah ditentukan dalam kontrak sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.***