JAKARTA - Tim Nasional Indonesia pernah berlaga di ajang Piala Dunia, yakni Piala Dunia Tahun Dunia 1938 di Prancis. Kala itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda.

Dikutip dari okezone.com, meski digunduli 0-6 oleh Hungaria, Timnas Hindia Belanda sempat membobol gawang lawannya, tetapi kemudian dianulir oleh wasit.

Para pemain depan tim Hindia Belanda, yang berjuluk 'tim kurcaci' itu juga dilaporkan mampu menampilkan gaya menggiring bola yang menggiurkan dan bermain terbuka, tetapi lemah dalam bertahan.

Seperti tercatat dalam sejarah, negara Asia pertama yang berhasil tampil di ajang sepak bola dunia bergengsi itu, akhirnya dicukur 6-0 (4-0) oleh tim Hungaria - tim tangguh yang kemudian melaju ke final sebelum ditaklukkan Italia.

Isaac Pattiwael, kelahiran 1914 (dan meninggal dunia pada 1987), gelandang sayap berdarah Maluku, dalam laga itu mampu 'merobek' gawang lawannya yang dijaga kiper legendaris, Antal Szabo, sebelum akhirnya dianulir wasit.

Kisah Timnas Hindia Belanda 'membobol' gawang Hungaria itu nyaris tak tercatat dalam sejarah piala dunia, tetapi berulang kali diceritakan oleh Isaac Pattiwael kepada orang-orang terdekatnya- termasuk salah-seorang cucunya.

''Tapi yang saya ingat, kakek saya pernah mencetak gol (ke gawang Hungaria), tapi dianulir oleh wasit,'' ungkap John Pattiwael, salah seorang cucu Isaac Pattiwael, mengutip dari BBC Indonesia, Minggu (17/06/2018).

Laga tim Hindia Belanda-Hungaria digelar 5 Juni 1938, pukul lima sore waktu setempat, di Stadion Velodorme, di kota Reims, Prancis - sekarang stadion itu diubah menjadi Stadion Auguste Delaune.

Meski demikian, John Pattiwael mengaku tidak ingat persisnya kenapa wasit asal Prancis, Roger Conrie, kemudian menganulir gol yang dicetak kakeknya itu.

Setelah akhirnya kalah 0-6, tim Hindia Belanda itu harus angkat kopor lebih awal, karena saat itu sistemnya menggunakan sistem gugur.

Di hadapan anak dan cucu-cucunya, Isaac sering kali menunjukkan foto-foto lama yang menjadi saksi perjalanannya saat memperkuat tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 di Prancis, kata sang cucu.

''Melihat foto itu, ada beberapa muka Indonesia yang hanya beberapa orang saja, sisanya semua bule,'' ungkap John yang kelahiran 1979 ini.

Dalam berbagai kesempatan, sang kakek selalu bercerita bahwa dirinya sangat bangga sebagai orang Indonesia berdarah Maluku yang pernah tampil memperkuat Timnas Hindia Belanda di ajang olah raga bergengsi itu.

''Dia bangga sekali sebagai orang Indonesia, khususnya sebagai pesepakbola dan orang Ambon, yang pernah ke Piala Dunia,'' ujarnya.

John kemudian teringat kakeknya pernah bercerita bahwa dirinya sangat bangga karena bisa mewakili 'orang-orang pribumi' dalam Timnas Hindia Belanda di ajang olah raga bergengsi itu.

''Mungkin itu pengalaman sekali dalam seumur hidup bagi seorang Indonesia untuk bisa ke sana (piala dunia).''***