JAKARTA - Kepanikan menghadapi wabah virus corona menyebabkan terjadinya kelangkaan masker di berbagai negara yang terjangkit Covid 19 tersebut. Sebab, semua orang di negara bersangkutan berusaha memakai masker agar terlindung dari virus corona.

Padahal, World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, tidak menyarankan orang sehat menggunakan masker. Menurut WHO, masker hanya digunakan untuk orang yang sakit.

''Orang yang sehat hanya perlu memakai masker jika sedang merawat orang yang diduga terinfeksi virus corona,'' tulis WHO dalam selebaran yang mereka bagikan di akun resminya di Twitter @WHO, seperti dikutip dari suara.com.

WHO membuat video berjudul ''Can Mask Protect Against The New Coronavirus Infection?'' yang dibagikan di laman Youtube mereka. Dalam video berdurasi satu menit 26 detik itu, WHO menjelaskan, kapan harus menggunakan masker untuk melindungi diri dari infeksi virus corona.

''WHO hanya merekomendasikan masker hanya digunakan dalam kondisi tertentu. Jika Anda demam, batuk, dan kesulitan bernapas, Anda harus menggunakan masker dan memeriksakan diri ke dokter. Jika tidak memiliki gejala ini, Anda tidak perlu menggunakan masker,'' terang WHO.

Hingga saat ini, menurut WHO, belum ada bukti yang menyebutkan bahwa masker dapat melindungi mereka yang sehat. WHO juga mengatakan bahwa penggunaan masker harus dibarengi dengan penggunaan cairan pembersih tangan atau sabun dan air. Jika tidak, penggunaan masker akan sia-sia.

''Masker medis seperti ini tidak dapat melindungi diri dari virus corona baru jika hanya digunakan sendirian. Saat Anda memakainya, Anda harus mengombinasikan penggunaannya dengan cairan alkohol pembersih tangan serta langkah-langkah pencegahan lainnya,'' jelas WHO.

Harga Masker Melambung

Pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya dua warga negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi virus corona dan dirawat di Indonesia, Senin (2/3/2020), harga masker dan hand sanitizer (cairan pencuci tangan) melambung tinggi, terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Dikutip dari kompas.com, di LTC Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, satu kotak yang berisi 50 lembar masker dijual Rp300.000. Padahal, harga normalnya hanya Rp20.000 per kota.

Sementara di sebuah toko alat kesehatan di Bekasi, hand sanitizer ukuran 500 mililiter dijual dengan harga Rp85.000. Padahal, harga normalnya hanya Rp25.000.

Pihak Polri mengimbau warga tidak panik menyikap kasus virus corona. Selain itu, Polri juga mengingatkan warga agar jangan melakukan penimbunan masker dan hand sanitizer.

''Kita masih jalan melakukan penyelidikan seandainya ada yang melakukan penimbunan secara tidak sah,'' kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Polri, kata Argo, akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan penimbunan masker dan hand sanitizer. ***