BALIKPAPAN - Modus pencurian uang nasabah bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM) semakin beragam. Yang terbaru adalah menggunakan modus call center palsu.

Dikutip dari tribunnews.com, Polres Balikpapan melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap laporan masyarakat yang menjadi korban kejahatan melalui ATM dengan modus call center palsu tersebut.

''Kami sedang lakukan penyelidikan, ada satu korban yang melapor resmi, dua lagi masih aduan. Lokasi kejadian di ATM BRI kawasan Pasar Buton, sama ATM BNI di KM 9 Balikpapan Utara,'' kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim, AKP Makhfud Hidayat, Senin (8/7/2019).

Makhfud pun membeberkan modus operandi kejahatan pelaku. Dikatakannya, korban seperti biasa masuk ke dalam ATM hendak bertransaksi. Usai melakukan transaksi, tiba-tiba kartu ATM tak keluar dari mesin alias tertelan.

Diduga pelaku menempel nomor call center palsu pada ATM. Korban yang panik, ketika melihat call center langsung menghubungi nomor tersebut.

Saat meminta pemblokiran nomor, operator kemudian meminta berbagai keterangan dan persyaratan, termasuk nomor PIN dan rekening.

''Awalnya tak ada kecurigaan, tapi dari sana esok harinya uang korban ditarik habis. Saldonya langsung nol,'' tuturnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada bila hendak melakukan transaksi lewat ATM bank. Jangan biarkan orang lain masuk. Juga jangan percaya dengan nomor call center di sana. Lebih baik, bila ada masalah langsung ke bank terdekat.

''Kalau ada mesin ATM mencurigakan, seperti habis dirusak atau bagaimana, lapor ke pos polisi terdekat. Jangan percaya call center, lebih baik ke bank terdekat bila ada masalah,'' imbaunya.

Disinggung, apakah ada keterlibatan pihak bank dalam kejahatan model seperti itu, Makhfud enggan berspekulasi terlalu dini. Saat ini pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan.

''Ya, belum sampai ke sana, tapi yang jelas tentu kami (polisi) akan meminta keterangan dari pihak bank,'' tuturnya.***