SEMARANG - Warga yang tinggal di sekitar kompleks Markas Sat Brimob Polda Jawa Tengah, di Jalan Jenderal Polisi Anton Sujarwo nomor 218, Semarang Jawa Tengah, dikejutkan suara rentetan ledakan, Sabtu (14/9) pagi.

Dikutip dari republika.co.id, suara ledakan tersebut ternyata berasal dari bagian belakang kompleks Markas Sat Brimob. Ledakan tersebut juga disertai kepulan asap tebal yang membubung ke udara.

''Warga yang belum tahu ada apa, segera berlari ke luar rumah untuk menjauh,'' ungkap Fajar (39 tahun), salah seorang warga yang kebetulan melintas.

Pria itu juga mengungkapkan, beberapa suara ledakan terdengar cukup keras. Hal itu karena pemukiman warga memang cukup dekat dengan sumber suara, tepatnya di kompleks Markas Brimob Polda Jawa Tengah tersebut.

Sebagian warga yang sebelumnya mencoba mencari tahu apa yang terjadi, tak luput berlarian setelah ledakan terjadi. ''Mereka panik dan belum tahu apa yang terjadi, yang penting keluar meninggalkan rumah terlebih dahulu,'' katanya.

Kerasnya suara ledakan yang ditimbulkan, dibenarkan Danica (27 tahun). Suaranya terdengar keras dari rumahnya di kompleks Perumahan Perwira Diponegoro, Banyumanik.

Padahal, ia tinggal dalam radius sekitar 500 meter dari kompleks Markas Sat Brimob Polda Jawa Tengah tersebut dan bahkan lokasinya juga berseberangan dengan jalan utama.

''Suaranya terdengar sangat keras dari rumah saya. Namun tidak tahu itu suara apa dan dari mana sumbernya,'' kata Danica.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Polda Jawa Tengah terkait ledakan tersebut. Namun menurut informasi yang berkembang, ledakan tersebut berasal dari gudang amunisi Sat Brimob Polda Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, markas Sat Brimob Polda Jawa Tengah ini kini di jaga ketat oleh aparat kepolisian.

Di ruas Jalan Jenderal Polisi Anton Sujarwo atau depan kompleks Markas Sat Brimob saat ini telah dijaga belasan anggota Brimob serta Polisi Lalu Lintas. Sementara di permukiman yang ada di belakang komplrks markas Sat Brimob ini masih berkumpul di jalanan gang yang ada di lingkungan pemukiman mereka.***