JAKARTA - Tergiur arisan online tanpa riba, Elsa Gusmelinda (26) malah menjadi korban penipuan. Warga Bekasi, Jawa Barat itu akhirnya melapor ke polisi.

Dikutip dari kompas.com, Elsa mengaku diiming-imingi uang arisan secara terjadwal, tanpa mengikuti kocokan, setiap tahun oleh agen arisan dan investasi online tanpa riba di Facebook.

''Kalau yang saya itu (arisannya) enggak dikocok. Sudah ada namanya dan jadwalnya,'' ujar Elsa kepada wartawan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa petang.

Elsa mengaku pertama kali ikut arisan online ini tahun 2017. Ketika itu, ia mengaku rutin membayar iuran arisan untuk program Rp10 juta dan ia sempat memperoleh uang arisan pada Agustus 2018.

Tergiur, ia pun melanjutkannya pada September 2018 untuk program arisan Rp75 juta dengan iuran Rp2,5 juta per bulan. Mestinya, ia bisa menarik uang arisan Rp75 juta itu pada Maret 2019.

''Nah saya sudah masuk (setor) Rp15 atau Rp17,5 juta. Maret saya tarik, enggak keluar. April, Mei, Juni, enggak keluar,'' aku Elsa.

Elsa akhirnya menyetop setoran iurannya dan mem-posting dugaan penipuan yang ia alami ke grup-grup lain di Facebook.

''Sejak saya setop, saya cari itu orang, saya sempat posting, viralin di grup jual beli, terus banyak akhirnya korban-korban yang bermunculan udah setahun yang lalu. Ada yang mengaku sudah rugi Rp35 juta,'' klaim Elsa.

Selasa, Elsa dan dua rekan melaporkan pemilik agen arisan online bodong tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penipuan.

Menurut Elsa, pemilik agen arisan online itu berdomisili di Payakumbuh, Sumatera Barat.

''Program dia macam-macam, ada arisan online, investasi online, mobil tanpa riba, motor tanpa riba, rumah tanpa riba,'' ujarnya. ***