PEKANBARU, GORIAU.COM - Dugaan penganiayaan yang dilakukan Eva Yuliana, Wakil Ketua DPRD Kampar yang juga istri Bupati Kampar Jefry Noer terhadap Nur Asmi, berbuntut panjang. Sejumlah warga menilai selama ini Jefry sebagai Bupati yang arogan.

Abdul Latief, seorang guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, mengungkap dugaan kekerasan yang pernah dialami keluarganya yang diduga dilakukan Bupati Kampar Jefry Noer.

Latief dikenal warga Kampar sebagai sosok yang paling menentang Jefry Noer. Ia mengaku, istrinya menjadi korban dari sikap otoriter Bupati Jefry Noer di halaman Perpustakaan Daerah Kampar, 12 Maret 2014 lalu.

''Badan istri saya memar dianiaya di depan Jefry,'' ujar Latief, Rabu (4/6/2014). Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bangkinang ini mengatakan, saat itu istrinya terlibat pertengkaran mulut dengan Jefry. Kemudian, seseorang pengawal Jefry Noer langsung melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya, Yeni HS.

Selang beberapa hari setelah kejadian itu, kata Latief, Jefry Noer melapor langsung ke Polres Kampar atas tuduhan pencemaran nama baik. Lantas, pihak Polres telah mengkonfrontir laporan Jefry itu.

''Disampaikan, istri saya telah dilaporkan Jefry Noer. Tapi saya minta supaya Jefry yang sebenarnya agar dihadirkan. Sebab, Jefry yang sebenarnya orangnya hitam, rambutnya keriting,'' kata Latief. Ditambahkan dia, Jefry Noer juga punya nama lain yakni bernama Rajab.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reskrim Polres Kampar AKP Herfio Zaki membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan dibuat langsung oleh Jefry Noer. Dikatakan, pihaknya belum memeriksa Yeni HS.

''Pernah dipanggil, tapi tidak bisa hadir karena sakit. Sekarang masih dalam tahap penyelidikan,'' jelas Zaki.

Informasi yang dirangkum merdeka.com, Eva Yuliana merupakan Ketua DPC Demokrat Kampar, dan calon legislatif (Caleg) terpilih untuk DPRD Propinsi Riau dari partai Demokrat. Sedangkan anaknya Rahmat Juniardo caleg terpilih DPRD Kampar dari partai Demokrat.

Jefry Noer beserta istri dan anaknya diduga masih tersangkut kasus hukum, dalam dugaan korupsi BPR Sarimadu yang masih dalam proses persidangan dengan terdakwa Syafri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru.

Dalam sidang pun, beberapa saksi sempat menyebut bahwa Jefry Noer meminta ikut kepada Syafri untuk pergi perjalanan dinas ke negara-negara Eropa, Inggris, Prancis dan Belanda. Namun Jefry masih berstatus saksi dalam kasus yang yang ditangani Kejati Riau yang merugikan negara hingga Rp 207 juta. ***