JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan orang pertama yang menginformasikan tentang jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei.

Dikutip dari kumparan.com, Anies melakukan hal itu untuk mencegah munculnya spekulasi tentang jumlah korban.

''Kenapa saya umumkan korban, untuk mencegah terjadinya spekulasi,'' ujar Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (24/5).

''Transparansi itulah yang bisa menghentikan segala macam kabar bohong. Kalau tidak ada transparansi, maka kabar-kabar tak benar itu tidak menemukan konfirmasi,'' tambahnya.

Ia mencontohkan, tanpa konfirmasi yang ia sampaikan kemarin, spekulasi yang tewas angkanya beragam. Mulai dari belasan hingga puluhan.

Tapi dengan mengungkapkan informasi tersebut, maka angka-angka yang tidak benar dapat terkonfirmasi dengan benar.

''Kalau ada kabar jumlah yang aneh-aneh, bisa dikonfirmasi. Karena negara datang menyampaikan apa adanya. Tapi kalau negara menyembunyikan, maka kabar-kabar spekulasi dan hoaks akan beredar luas,'' ujarnya.

Anies orang pertama yang mengungkapkan jumlah korban tewas pada hari pertama kerusuhan pada Selasa (21/5) lalu. Juga menyampaikan update-nya pada Rabu (22/5). Jumlah korban tewas akibat kerusuhan tersebut sebanyak 8 orang. ***