CIANJUR - Seorang anak balita (bawah lima tahun) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdeteksi mengidap HIV/AIDS.

Dikutip dari kompas.com, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Rostiani Dewi mengatakan, balita itu tertular virus HIV/AIDS dari ibunya. Sedangkan ibunya tertular dari suaminya.

Lanjut Rostiani, sepanjang tahun ini atau hingga Oktober 2019, anak atau balita yang mengidap HIV/AIDS baru terdata satu orang.

''Ibunya itu terpapar dari suaminya yang sebelumnya telah positif mengidap HIV/AIDS,'' kata Rostiani kepada Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Selain itu, pihaknya juga menemukan kasus sejumlah orang dengan HIV/AIDS dari kalangan ibu rumah tangga.

''Ditularkan oleh suaminya. Faktor penyebabnya perilaku tidak setia pada pasangan, dan ada juga akibat penggunaan jarum suntik (narkoba),'' ucap Rostiani.

Adanya temuan tersebut mendorong pemerintah daerah mengeluarkan program pemeriksaan HIV gratis bagi ibu hamil, termasuk pasien tuberculosis (TBC) di tingkat puskesmas dan rumah sakit.

''Kalau ada ibu hamil yang positif (HIV/AIDS), maka bisa diketahui sedari dini dan kondisinya bisa terus dipantau, terutama saat melahirkan. Termasuk menindaklanjutinya untuk menjalani pengobatan rutin,'' kata dia.

Rostiani menyebutkan, sepanjang Januari hingga Oktober 2019, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur sebanyak 158 orang.

Data tersebut diperoleh dari pemeriksaan terhadap 9.000 orang yang dilakukan di tingkat puskesmas dan rumah sakit, melingkupi ibu hamil dan pasien TB. 

Selain itu, dari laporan hasil pemeriksaan dari populasi kunci seperti kaum homoseksual, waria, wanita penjaja seksual dan pengguna narkoba jarum suntik yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat.

''Dengan data ini, jumlah penderita HIV/AIDS naik dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya 140 orang,'' ucap Rostiani.

Sementara itu, petugas KPA Kabupaten Cianjur Faisal menambahkan, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur sempat turun pada 2018. Namun, angkanya naik lagi tahun ini.

''Jumlah yang baru masuk tahun ini sekitar 150 orang lebih. Namun sejatinya jumlah riil di lapangan bisa lebih banyak lagi, bisa tiga hingga lima kali lipat jumlahnya, sebagaimana perhitungan estimasi dari WHO, 1 berbanding 3 hingga 5,'' tutur dia.

Sepanjang tahun ini, kata Faisal, pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur yang meninggal dunia ada dua orang.

''Bulan kemarin ada satu orang (meninggal), minggu kemarin juga ada satu. Namun, data pastinya untuk tahun ini masih direkap,'' ucap dia.***