JAKARTA - Istri salah seorang terduga pelaku teror bom di Sri Lanka meledakkan dirinya saat digerebek polisi. Wanita yang sedang hamil itu tewas bersama anaknya.

Dikutip dari merdeka.com, Wakil Menteri Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene hari ini mengatakan, wanita itu merupakan istri salah satu putra dari pengusaha tajir sekaligus keluarga terpandang di Sri Lanka.

Dilansir dari laman 9News, Kamis (25/4), aparat keamanan mengungkap satu per satu sembilan pelaku pengebom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel mewah pada Ahad lalu.

Perempuan itu meledakkan rompi bom bunuh diri hingga menewaskan dirinya, anaknya dan tiga polisi saat penggerebekan.

Wijewardene membenarkan ada sembilan pelaku pengebom bunuh diri yang terlibat dalam serangan Minggu Paskah kemarin. Sejauh ini sudah delapan diidentifikasi.

''Mereka (para pelaku) cukup berpendidikan dan berasal dari keluarga yang secara ekonomi berada. Di antara mereka juga ada yang kuliah di luar negeri,'' kata Wijewardene.

''Salah satu dari mereka kuliah di Inggris lalu ke Australia untuk dapat gelar. Sejawat kita, termasuk Inggris, kini sedang membantu kita menyelidiki,'' kata dia.

Sumber dari CNN mengatakan, dua dari pelaku bom bunuh diri di Minggu Paskah itu diketahui putra dari seorang tokoh kaya dan terkenal di Colombo.

Kakak-beradik Imsath Ahmad Ibrahim dan Ilham Ahmad Ibrahim, adalah dua dari pelaku yang meledakkan diri.

Ayah keduanya, Muhamad Ibrahim, adalah pendiri Ishana Export, eksportir rempah-rempah terbesar di Sri Lanka sejak 2006.

Sumber juga menyebutkan Muhamad Ibrahim termasuk orang yang sudah ditahan aparat dalam kaitannya dengan peristiwa ini. Cuplikan video memperlihatkan Ibrahim dibawa oleh polisi. Sejauh ini aparat belum mendakwanya dengan pasal apa pun. ***