TAPANULI TENGAH - Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, diterjang banjir dan longsor, Rabu (29/1/2020). Tiga orang warga dilaporkan tewas akibat bencana tersebut.

Dikutip dari kompas.com, banjir dan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (28/1/2020) sore hingga Rabu (29/1/2020) dini hari.

Selain merenggut 3 korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan 22 orang luka-luka dan 700 keluarga diungsikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapteng Safaruddin Nanda Nasution mengatakan, banjir disebabkan luapan Sungai Aek Sirahar yang berada di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah.

Akibat luapan tersebut, sedikitnya tujuh desa dan kelurahan terendam air dengan  ketinggian mencapai 2,5 meter.

Adapun daerah yang terendam, kata Nanda, yaitu Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Tarandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung Batu, Kelurahan Batu Gerigis, dan Kelurahan Padang Masiang.

''Akibat kejadian banjir ini sedikitnya 700 keluarga mengungsi,'' ujar Nanda ketika dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (29/1/2020).

''Sampai saat ini kita masih terus proses evakuasi dan membantu korban banjir,'' ucap Nanda.

Tidak hanya di Kecamatan Barus, di Kecamatan Andam Dewi yang jaraknha masih berdekatan juga terjadi bencana longsor.

Di daerah itu, kata Nanda, sedikitnya empat orang warga dinyatakan tertimbun longsor.

''Dua korban sudah berhasil dievakuasi, satu meninggal dunia dan satu dalam kondisi patah tulang. Dan dua lagi sampai saat ini masih dalam pencarian,'' sebut Nanda.

Tiga warga meninggal, dua diantaranya pasutri. Ketiganya yakni, pasangan suami isteri atas nama Adwirzah Tanjung (60), dan Idwarnisa (58) warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus. Keduanya terseret arus banjir.

Korban ketiga yakni Bismar Marpaung (50) warga Desa Sijukkang, Kecamatan Andam Dewi, ditemukan tewas tertimbun longsor.

''Jadi data sampai saat ini ada tiga warga yang dinyatakan meninggal dunia,'' tukas Nanda.

Mengatasi kejadian ini, kata Nanda, pihak BPBD Tapteng sudah menurunkan personil dibantu petugas dari Polri, TNI dan Basarnas. Warga yang terdampak sudah dilakukan evakuasi ke posko pengungsian.

''Dinas Sosial dan Kesehatan juga sudah turun untuk membantu warga yang menjadi korban banjir di posko pengungsian yang sudab kita siapkan,'' pungkas Nanda.***