DELISERDANG - Seorang wanita berparas cantik datang ke kantor DPRD Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (10/12/2019). Wanita itu datang sambil menggendong bayi perempuan berusia 8 bulan.

Dikutip dari tribunnews.com, wanita muda itu ternyata bernama Suci Anjani (25), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Kepada media, Suci mengaku memiliki hubungan terlarang dengan CMR, salah seorang ketua fraksi di DPRD Deliserdang saat ini. Bayi yang dibawanya, diakuinya, merupakan hasil perzinahan dengan CMR.

Suci datang ke gedung DPRD Deliserdang meminta pertanggungjawaban kepada CMR, yang telah menelantarkannya pasca dinikahi secara siri pada 4 November 2018 lalu.

Ketika datang ke kantor DPRD, Suci didampingi oleh penasihat hukumnya dan puluhan mahasiswa yang sempat melakukan aksi unjukrasa terlebih dahulu di depan kantor DPRD Deliserdang.

Suci dan pengacaranya pun sempat menggelar konfrensi pers usai menyampaikan pengaduan ke DPRD.

''Saya sebenarnya ya masih istri orang.Cuma saya itu sebenarnya mau bercerai karena suami saya itu menikah lagi.Rumah kami di Desa Purwodadi itu ya depan-depanan sebenarnya,'' kata Suci.

Suci menjelaskan bahwa hubungannya dengan CMR yang juga sudah berkeluarga dekat di saat akhir tahun 2017. Saat itu ia berniat untuk menceraikan suaminya dan pada saat itu CMR menawarkan diri untuk membantu menolong persoalan di Pengadilan Agama.

Karena sering bertemu, kemudian CMR mengungkapkan perasaannya kepada Suci.

''Waktu itu dia bilang kalau dia suka sama saya. Bahkan katanya dia sudah suka sama saya, saat saya masih gadis. Ya kami selanjutnya ya sempat pacaran karena lumayan sering jumpa jadinya,'' terang Suci.

Meski masih terikat hubungan pernikahan dengan suami pertamanya yang sudah memberinya dua anak, Suci menyebut kemudian sempat melakukan hubungan suami istri (perzinahan) dengan CMR.

Ia masih mengingat, hubungan badan dilakukan satu kali di Hotel Batik Medan. Diakuinya kalau saat itu mereka melakukannya karena suka sama suka.

''Awalnya dibawa jalan-jalan dulu baru kemudian ke hotel. Cuma sekali saja tapi,'' kata Suci.

Pihak CMR Membantah

Sementara itu pihak CMR membantah tuduhan yang disampaikan Suci. Penasihat hukum CMR, Zulfahmi Harahap menjelaskan, kalau dalam kasus ini ada pihak-pihak yang ingin merusak nama baik kliennya.

Jika memang ada yang perlu dimintai pertanggungjawaban secara hukum, ia mempersilahkan pihak Suci membawa kasus ini ke pihak berwajib.

''Saya kan orang hukum, jadi kita jugakan melihat fakta hukumnya seperti apa.Saya juga enggak mau dengan versi dia (Suci) itu seperti apa karena ending-nya saya juga enggak tau mau kemana, enggak jelas,'' kata Zulfahmi.

''Kalau dibilang asusila, emangnya korbannya siapa? Apa ada deliknya di situ? Kan tidak ada. Kalau dibilang ada perzinahan mana buktinya? Perzinahan, siapa yang dirugikan? Kan tidak ada juga suaminya melapor? Fakta hukumnya kan tidak ada,'' para Zulfahmi.

Ia menyarankan, jika memang pihak Suci merasa ada yang tidak dipertanggungjawabkan, silakan melakukan upaya hukum.

Demikian pula kalau memang merasa ada anak yang ditelantarkan, silakan melapor ke polisi, karena ada Undang-Undang Perlindungan Anak.

''Ini kita juga akan koordinasi sama Pak CMR, secara hukum ya akan lakukan upaya hukum juga kita,'' ujarnya.

''Kalau dia merasa ada sifatnya yang harus dipertanggungjawabkan juga, ya lakukan dong upaya hukum. Jangan sampai ditunggangi oleh orang-orang yang punya kepentingan dan ingin menjatuhkan Pak CMR,'' sambungnya.

''Bisa berujung ke persoalan hukum dan kalau sudah seperti ini, ya Pak CMR juga tidak akan tinggal diam,'' pungkas Zulfahmi.***