MANGGARAI - Lediana Suweng (23) memang keterlaluan. Saat suaminya mencari nafkah di Pulau Kalimatan, wanita warga Kampung Nggalang, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini malah berselingkuh.

Parahnya lagi, pria yang diselingkuhinya adalah ayah dari suaminya atau mertuanya.

Dikutip dari grid.id yang melansir Pos Kupang, Ahad (3/2), dari hubungan gelap dengan mertuanya itu, Lediana hamil dan melahirkan.

Karena malu dan takut ketahuan oleh suaminya, Lediana menguburkan bayi yang dilahirkannya itu.

Tindakan Lediana mengubur bayinya kemudian diketahui diketahui Lasarus Badur dan seorang bidan desa bernama Erlin.

Lasarus dan Erlin bersama warga desa selanjutnya melaporkanya ke Polres Manggarai.

Polisi segera datang dan melakukan penggalian tempat penguburan bayi.

''Bayi malang yang dikubur Lediana usai melahirkan adalah anak hasil hubungan gelap Lediana bersama ayah mertuanya. Suami Lediana sedang berada di Kalimantan,'' kata Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Satria Wira Yudha, SIK seperti dikutip dari Pos Kupang.

''Apakah bayi itu dikubur dalam keadaan hidup atau ada tindak pidana sebelum dikuburkan? Kita sedang lakukan pemeriksaan. Selain itu, apakah sang ibu melahirkan sendiri atau ada bantuan orang lain dan siapa ayah dari bayi tersebut? Tentunya penyidik akan bekerja,'' ungkap Satria.

Lediana telah ditangkap dan sekarang sedang menjalani pemulihan usai melahirkan.

Kepada polisi, Lediana mengakui perbuatannya.

Menurut polisi, kronologi penguburan bayinya oleh Lediana adalah sebagai berikut:

Pada Minggu (27/1) sore, Lediana melahirkan bayi hasil hubungan gelapnya pada pukul 20.00 Wita.

Sehabis melahirkan langsung dikuburkan di rumah Florianus Pantu, warga Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, yang merupakan ayah mertua Lediana.

Kejadian itu diketahui oleh seorang warga bernama Lasarus Badur yang kemudian bersama-sama dengan bidan Erlin menanyai Lediana terkait hal tersebut.

Usai Lediana mengakui perbuatannya. Erlin dan Lasarus bersma warga melapor kepada pihak berwajib.

''Lasarus Badur, warga Nggalang, Desa Pong Lengor lalu melaporkan kejadian yang dilakukan Lediana kepada Polres Manggarai, Rabu (30/1). Polisi telah menggali kuburan sang bayi,'' ujar Kasubag Humas Polres Manggarai Ipda Daniel Djihu.

''Atas laporan keluarga, polisi pun melakukan tindakan hukum,'' tambah Daniel.

Mengenai bagaimana sang bayi itu dibuang, Daniel mengaku sedang dalam proses penyelidikan. Sang ibu yang melakukan perbuatan tersebut sedang menjalani perawatan medis.

''Kasusnya bagaimana dan bagaimana sampai terjadi, akan ditangani penyidik,'' papar Daniel.***