PEKANBARU, GORIAU.COM - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau kembali membuka kasus penganiayaan petani di Desa Birang, Nur Asmi, yang diduga dilakukan Istri Bupati Kampar Jefry Noer, Eva Yuliana. Hal itu dilakukan setelah Pengadilan Negeri Pekanbaru dan Pengadilan Tinggi membatalkan SP3 yang dikeluarkan penyidik.

"Setelah dibatalkan oleh pengadilan, kasus ini kembali dibuka. Saat ini, penyidik masih berkoordinasi untuk memeriksa saksi lainnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Arief Rachman Hakim, Kamis (8/1) di Mapolda Riau.

Dalam pembatalan yang dilakukan pengadilan, terang Arief, penyidik kepolisian dinilai masih kurang dalam memeriksa saksi. Hal itu diminta untuk dilengkapi dan kasus disidik kembali.

"Apa yang diperintahkan pengadilan akan dilakukan. Kami akan panggil lagi korban, saksi dan terlapor. Dalam waktu dekat akan dilakukan," ungkap Arief.

Sebelumnya, terang Arief, pihaknya sudah memanggil saksi mahkota, Jamal, yang merupakan suami Nur Asmi. Namun Jamal tidak pernah datang meski sudah dua kali dipanggil. "Jamal inikan saksi mahkota. Dalam laporan, Jamal mengaku melihat dugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor (Eva Yuliana)," ujar Arief.

Ditambahkan Kasubit III Ditreskrimsus Polda AKBP Posma Lubis, Eva sendiri akan dipanggil lagi oleh penyidik. Namun, jadwal pemanggilan anggota DPRD Riau itu belum dipastikannya.

Dalam kesempatan itu, Posma membantah pernyataan korban yang menyebut penyidik tak pernah memeriksa saksi ahli. "Saksi ahlinya seorang ahli pidana dan bergelar doktor," terang Posma, tanpa menyebutkan nama saksi ahli tersebut.

Sewaktu melakukan gelar perkara, penyidik memang tak pernah mendatangkan ahli. "Ahlinya mempunyai kesibukan sendiri. Jadwalnya padat, bagaimana mau didatangkan. Mengambil keterangannya saja, penyidik datang ke tempat kerja ahli dimaksud," ucap Posma.

Seperti yang pernah diberitakan, pekara ini terjadi sekitar Juni 2014. Kala itu, Nur Asmi dan Jamal yang tengah menggarap lahan di Desa Birandang, Kabupaten Kampar, didatangi Eva, Jefry Noer dan beberapa ajudan.

Di lokasi sempat terjadi perdebatan karena Eva mengklaim lahan yang digarap tersebut merupakan miliknya. Akibatnya terjadi cekcok mulut dan diduga berujung pemukulan.

Karena kejadian itu, korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Korban mengalami beberapa luka memar dan mengaku trauma karena ditodong senjata oleh ajudan sang bupati. ***