PURWAKARTA - AS, seorang gadis berusia 16 tahun di Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta, menjadi korban pencabulan ayah tirinya, WS, sejak Agustus 2018 lalu.

Setelah berkali-kali mencabuli AS, WS kemudian menjadikan anak tirinya itu istri siri dan tinggal satu rumah dengan ibu kandungnya (istri WS).

Dikutip dari liputan6.com, aparat Kepolisian Resor Purwakarta telah meringkus WS untuk diproses secara hukum. Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan perbuatan bejat ayah tiri itu ke polisi.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengatakan, dari pengakuan pelaku, aksi bejat terhadap anak tirinya itu sudah dilakukan berulangkali. WS mencabuli AS saat ibu AS pergi bekerja. WS selalu mengancam korban saat melampiaskan nafsunya. 

''Di bawah ancaman akan dibunuh. Tidak boleh buka suara kepada siapapun,'' kata Mattius, Kamis (4/4/2019) di Mapolres Purwakarta.

Selain melakukan persetubuhan secara paksa, pelaku juga menikah korban secara siri, hingga kemudian leluasa melakukan aksi bejatnya.

''Ya, juga dijadikan istri sirinya,'' ungkap Mattius.

WS juga mengancam akan membunuh istrinya bila memberitahukan kepada orang lain.

Saat ini pihak kepolisian terus melakukan penyidikan kasus persetubuhan antara bapak dan anak tiri tersebut.

''Peristiwa sudah berlangsung sejak Agustus 2018 lalu,'' katanya.

Mattius menyebut, Februari 2019 lalu, WS menikahi AS secara diam-diam di Kabupaten Subang. Bahkan, tak lama berselang WS menyatukan anak tiri yang sudah menjadi istri mudanya itu dengan ibu kandungnya AS dalam satu rumah.

''Memang dari pengakuan pelapor itu, ibu kandung yang berinisial ML, bahwa dia pun takut untuk melaporkan karena diancam oleh pelaku. Memang pelaku mengaku sudah ada hati terhadap anak tirinya ini sejak lama,'' katanya.

Akibat perbuatan itu, WS terancam pasal 81 ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

''Ancaman kurungannya maksimal 20 tahun penjara,'' ujarya.***