JAKARTA - Seorang bocah kelas SD di Karawang, Jawa Barat, terancam dikeluarkan pihak sekolah karena sering bolos. Alasan bolos bocah bernama Yuda itu ternyata sangat mengharukan, dia harus merawat ayahnya yang menderita tumor otak.

Kisah Yuda ini viral setelah dibagikan Iraningsih Achsien ke akun @rumah_teduh_sahabat_iin. Bocah berusia 12 tahun itu harus sendirian merawat ayahnya yang sakit karena ibunya bekerja di luar negeri.

Lewat unggahan terbaru di akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin, Yuda mengaku sudah tiga bulan terakhir tak sekolah. Bila sebulan lagi tak sekolah, ia terancam dikeluarkan.

''Bicara langsung,'' jawabnya singkat saat disinggung bagaimana pihak sekolah menyampaikan hal itu.

Sambil berlinang air mata, Yuda mengungkapkan keinginannya masuk pesantren tetapi batal karena tak bisa meninggalkan bapaknya. Ia juga menyampaikan memilih mendampingi bapaknya dibandingkan sekolah karena tak ada yang bisa mengurus. Padahal, ia punya cita-cita yang ingin diwujudkan.

''Pengen jadi polisi,'' ujarnya.

Melihat kegalauan Yuda, Iraningsih Achsien, pendiri Rumah Teduh, meyakinkan bocah itu untuk mencarikan jalan keluar. ''Kalau harus sampai keluar sekolah, Bunda janji akan cari solusi supaya Yuda bisa tetap sekolah,'' katanya.

Kepada Liputan6.com, perempuan yang akrab disapa Iin itu mengatakan Yuda sudah kembali ke sekolah. Senin kemarin, 11 Maret 2019, ia bahkan menjalani ujian sekolah jelang Ujian Nasional.

''Ini hari pertama ujian. Yuda dan bapaknya diantar pulang ke Karawang pakai ambulans kemarin,'' ujarnya.

Ia menilai wajar bila pihak sekolah menyampaikan ancaman dikeluarkan tersebut mengingat Yuda sering tak masuk sekolah.

''Saya kira wajar kalau pihak sekolah berkata seperti itu. Anak yang banyak dapat nilai merahnya kan sering juga dibilang tidak akan naik kelas. Nah, dalam kasus Yuda, ya wajar kalau sekolah mengancam mengeluarkannya karena sering bolos. Tapi buat anak sekecil itu, hal itu ya menakutkan,'' tutur Iin.

Ia meminta semua pihak tak reaktif merespons kasus Yuda yang merawat bapaknya penderita tumor otak. Apalagi, banyak pihak bersedia menjamin bocah tersebut bisa melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang lebih tinggi.

''Tenang saja, Yuda sudah kami tangani. Minimal makannya sudah aman, bahkan banyak yang ngejaminin untuk sekolah yang lebih tinggi lagi,'' ujar Iin.

Sudah Lama Dirawat Rumah Teduh

Iin tak pernah menyangka unggahan spontan tentang Yuda yang merawat Iwan, bapaknya yang menderita tumor otak, bakal viral di media sosial. Bahkan, ia menyebut cerita tentang bocah 12 tahun itu belakangan berkembang jadi liar.

Kepada Liputan6.com, Iin mengaku Yuda dan bapaknya sudah lama menjadi pasien yang dirawat Rumah Teduh, organisasi nirlaba yang fokus menyediakan tempat singgah bagi pasien tak mampu yang sedang berobat di rumah sakit rujukan.

Iwan, kata Iin, bahkan sudah menjalani operasi untuk mengangkat tumornya di rumah sakit daerah, tetapi masih dalam tahap pengobatan. "Kan masih ada radiasi, dan lain-lain," kata Iin, Senin malam, 11 Maret 2019.

Selama pengobatan itu, Iwan dan Yuda bolak-balik berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Selama itu, Yuda lah yang mengantarkan bapaknya berobat, sedangkan sang adik diasuh oleh kakak bapaknya karena masih balita.

''Yuda itu anak kedua. Ada kakaknya, katanya sudah bekerja, tapi beda kota. Jadi praktis, yang ngurus bapaknya itu ya Yuda sendirian,'' kata Iin.

Semalam, sebelum kisah Yuda diunggah di Snapgram, Iwan yang sedang beristirahat di Rumah Teduh tiba-tiba anfal. Yuda yang melihat bapaknya kesakitan karena dampak tumor otak yang diidapnya pun panik dan menangis hingga tengah malam. Baru subuh, lanjut Iin, Yuda berani menggedor kamar relawan yang langsung mengantarkan Iwan ke IGD.

''Mungkin karena tak kuat menanggung beban, saat itulah Yuda menangis. Apalagi, tumpuan harapannya selama ini ya bapaknya. Lihat bapaknya kejang-kejang semalaman, tentunya Yuda tak kuat,'' ujar Iin.

Tumpahnya air mata Yuda kemudian direkam Iin. Sambil berusaha menghibur, ia juga berusaha mengorek informasi tentang keadaan bocah asal Karawang itu sehari-hari.

Sambil sesegukan, Yuda mengaku sudah tiga bulan tak bersekolah karena harus merawat ayah yang sakit dan ibu yang meninggalkan rumah. Belakangan diketahui bila istri Iwan pergi ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai TKI. Iin mengetahui itu dari kerabat yang menghubunginya.

''Tapi, sebelum pergi, istrinya minta cerai, mungkin itu yang membuatnya kepikiran hingga kesehatannya ngedrop,'' katanya.

Iin melihat ada ketulusan Yuda saat merawat bapaknya. Meski begitu, ia menilai kasus yang dialami Iwan dan Yuda tak separah yang dikira orang. Masih banyak kasus yang ditangani Rumah Teduh yang lebih parah dari itu.

Sementara, Iwan terbilang masih bisa beraktivitas meski bukan berarti layak untuk bekerja seperti biasa. Dengan catatan, penyakit tumor otaknya tidak sedang kambuh alias kondisi kesehatan normal.

''Ada yang bahkan sudah bonyok jalan sendirian ke Rumah Teduh atau diusir keluarganya. Tapi anehnya, kasus Yuda inilah yang jadi viral,'' ujarnya. ***