MUNA BARAT - Kalau memang sudah takdir menjadi anggota DPRD, maka tak ada rintangan yang bisa menghalanginya. Inilah yang terjadi pada Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dikutip dari tribunnews.com, pria yang bekerja sebagai pegawai honorer Puskesmas dan pengantar air galon itu mencoba mengadu nasib pada Pemilu legislatif 2019 tanpa dukungan finansial yang kuat. Namun di luar dugaan, dia berhasil meraup 723 suara pada Pileg 17 April lalu, sehingga berhak duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Muna Barat periode 2019-2024.

“Alhamdulilah senang sekali, senangnya itu karena dukungan orangtua yang begitu full memberikan semangat, dan antusias masyarakat. Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga, karena perjuangan bersama-sama, kita menangkan pertarungan ini,'' kata Agung, Kamis (25/4/2019).

Agung tidak menyangka berhasil lolos ke DPRD Kabupaten Muna Barat. Apalagi banyak yang meremehkannya, karena melihat pekerjaan Agung hanyalah seorang pengantar air galon.

Ia pun harus bersaing dengan Caleg lainnya yang kuat dari sisi ketokohan maupun segi finansial.

''Tidak semua perjuangan itu tidak diukur dengan finansial. Karena perjuangan kami ini, dipandang enteng dari beberapa kalangan masyarakat dan merasa sudah besar. Makanya kita jalani dengan ikhlas dan alhamdulillah (lolos),'' tuturnya.

Agung maju menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat dengan Daerah Pemilihan Muna Barat I yang meliputi Kecamatan Kusambi, Kecamatan Napano Kusambi dan Sawerigadi.

Dari hasil perhitungan suara, Ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dengan memperoleh 732 suara.

Agung mengalahkan Ketua DPC Demokrat Muna Barat, yang memperoleh 520 suara.

''Kami juga tidak menyangka mengalahkan ketua DPC. Tapi itulah realita, bahwa tidak selamanya, pimpinan partai menjadi pemenang. Tidak selamanya, hari kita sudah buktikan dengan perjuangan yang panjang, alhamdulillah kita bisa kalahkan beliau,'' ucap Agung.

''Yang saya lakukan ke depannya, tetap kepada janji politik kami, bahwa pertemanannya selamanya, artinya tetap menjalin silaturahmi, kebetulan saya perawat, kalau ada yang sakit, kita bantu,'' ujarnya.

Ibu Agung, Wa Malu, juga tidak menyangka bahwa anaknya berhasil meraih suara terbanyak dan lolos dalam pertarungan caleg.

''Saya sangat bersyukur. Saya hanya berdoa terus agar anak saya berhasil lolos. Apalagi kalau diingat-ingat, pekerjaan anak saya ini setiap hari antar air galon dan honorer di Puskesmas. Saya bersyukur sekali,'' kata Wa Malu.***