JAKARTA, GORIAU.COM - Kasus pemukulan yang diduga dilakukan oleh istri Bupati Kampar, Eva Yuliana terhadap Nur Asmi (36), warga Pulau Birandang, Kampar kiri, Riau, mendapat simpati dari masyarakat. Sekelompok warga mengatasnamakan Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) melakukan aksi penggalangan dana untuk biaya pengobatan korban. Saat ini Asmi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad, Pekanbaru.

''Kami mengajak masyarakat untuk meringankan beban korban kekerasan pejabat Kampar ini," kata Muhammad Rafi, kepada Tempo sebagaimana dikutip GoRiau.com, Selasa, 3 Juni 2014.

Menurut Rafi, aksi kumpul sejuta koin ini dilakukan di dua titik keramaian di kota Pekanbaru yakni di Persimpangan Jalan Soekarno - Hatta dan Simpang Jalan Gajahmada. ''Jika memungkinkan kita juga akan buka rekening khusus untuk menggalang dana pengobatan korban,'' ujarnya.

Kata Rafi, aksi peduli Asmi ini dilakukan menyusul belum ada itikad baik dari Eva Yuliana untuk meminta maaf kepada korban. Namun justru sebaliknya kata Rafi, Eva beserta suaminya Bupati Jefri Noer mendesak korban meminta maaf kepada mereka. ''Jangankan membantu atau menjenguk korban, minta maaf pun tidak ada," kata Rafi.

Sebelumnya Eva Yuliana membantah segala tuduhan tersebut. Menurut dia, pihaknya hanya sekedar mengingatkan karena Asmi dan suaminya Jamal telah mencaplok lahan. ''Tidak benar itu, justru saya yang ingin diserang dia, lalu saya tangkap tangannya, kemudian dibantu oleh ajudan untuk melerai," kata Eva, kepada Tempo, melalui telepon seluler.

Aksi pemukulan terjadi pada Sabtu, 31 Mei 2014. Asmi dipukul Eva Yuliana beserta dua ajudan bupati. Korban juga mendapat ancaman ditembak oleh seorang ajudan bupati yang mengeluarkan pistol.

Peristiwa itu terjadi saat Bupati Kampar Jefri Noer menuduh Jamal dan istrinya telah mencaplok lahan milik pemerintah Kabupaten Kampar. Lahan tersebut sudah ditanam sawit oleh investor dan rencananya bakal dibangun pabrik kelapa sawit. ***