MEMILIKI tubuh proporsional menjadi idaman semua orang. Banyak yang berpendapat lemak berlebihan di tubuh mengganggu penampilan.


Operasi sedot lemak pun terkadang menjadi pilihan jalan pintas. Namun ternyata hal ini berdampak buruk jangka panjang. Sebuah studi tentang efek jangka panjang dari sedot lemak telah dipublikasikan dalam Obesity Journal dilansir Hubpages, Jumat 20 Februari 2015.


Dan hasilnya menyebutkan, seseorang yang melakukan sedot lemak maka dalam rentang satu tahun akan muncul kembali lemak yang telah disedot di lokasi yang berbeda. Efek jangka pendek dari sedot lemak yaitu pembengkakan dan memar pada jaringan sekitarnya, komplikasi bisa lebih serius melibatkan shock, infeksi jaringan.


Walaupun memiliki dampak negatif untuk tubuh, sedot lemak masih sangat populer. American Society of Plastic Surgeons melaporkan kenaikan 5 persen pada tahun 2010 dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 200.000 orang Amerika menjalani operasi sedot lemak.


Dokter Teri L Hernandez dan Robert H Eckel merancang penelitian untuk mencari tahu dari dampak ini. Para dokter bekerja sama dengan 32 wanita yang sehat dengan berat tubuh tidak proporsional.


Para wanita tersebut dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 14 dan 18 orang. Kelompok pertama menjalani sedot lemak dan yang satunya tidak.


Saat lemak telah dihilangkan di paha dan perut di kelompok yang melakukan eksperimen sedot lemak dibandingkan dalam waktu 6 minggu, 6 bulan, dan 12 bulan kemudian. Pada 6 minggu ada perbedaan lemak tubuh sebanyak 2,1 persen berkurang dan 12 bulan kemudian lemak sepenuhnya menghilang.


Pada akhir penelitian membuktikan tidak ada perubahan ke bentuk awal pada kelompok yang tidak menjalani sedot lemak. Sedangkan yang menjalani sedot lemak, mengalami perubahan bentuk tubuh.  Banyaknya lemak yang telah disedot dibagian paha dan perut naik ke wilayah bahu dan lengan. "Lemak itu didistribusikan ke bagian atas," ujar Dokter Robert H Eckel.


Peneliti dari Universitas Columbia dan spesialis obesitas menjelaskan bahwa tubuh akhirnya mengontrol sel-sel lemak dan komposisi lemak secara keseluruhan, secara otomatis mengganti sel-sel lemak mati dengan yang baru.


Sehingga sedot lemak (liposuction) merusak jaringan dan menghambat pertumbuhan sel baru pada tubuh dan mengakibatkan sel bereformasi ke tempat lain. ***