JAKARTA - Sekretaris Jenderal Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) H Riza Palupi menyesalkan pernyataan Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie bahwa ibadah haji dan umrah menjadi modus tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal masuk Arab Saudi.

Dikutip dari republika.co.id, Riza meminta Ormas Islam menyikapi tudingan Dirjen Imigrasi tersebut. Tanggapan ormas Islam, kata Riza, diperlukan untuk mengurangi sentimen negatif terhadap Islam (Islamophobia).

''Kita tahu sorotan sekarang Islam itu radikal. Harus ada organisasi Islam untuk menjawab ini,'' kata Riza saat berbincang dengan Republika.co.id Kamis (13/12) sore.

Riza mengatakan selain Ormas Islam, pemerintah juga mesti menngklarifikasi bahwa apa yang disampaikan Dirjen Imigrasi itu tidak benar. ''Ini juga harus diperjuangkan sama pemerintah bahwa itu tidak benar. Kalau mengatakan suatu hal itu harus ada faktanya,'' katanya.

Riza meminta Dirjen Imigrasi Rony F Sompie memberikan data berapa jumlah jamaah umrah atau haji yang menjadi TKI. Kalau tidak bisa memberikan data, Ronny harus meminta maaf kepada umat Islam karena telah melakukan tuduhan tehadap jamaah Indonesia. ''Iya harus minta maaf karena itu menyakiti umat Islam,'' kata Riza.

Riza berpendapat bahwa apa yang disampaikan Ronny F Sompie merupakan pengalihan isu bahwa Imigrasi telah mengeluarkan aturan-aturan yang dinilai diskriminasi terhadap umat Islam.

''Saya pikir imigrasi mengalihkan isu dengan bilang seperti itu, menyulitkan orang membuat paspor umrah atau apapun itu,'' katanya.

Riza mengatakan, seharusnya pihak Imigrasi berbenah diri terkait banyak tenaga kerja asing ilegal yang banyak masuk wilayah Indonesia. Kenapa justru mesti menyoroti umat Islam yang hendak beribadah ke Tanah Suci, Makkah.

''Tapi dia memberikan izin masuk tenaga kerja asing ke Indonesia. Ya, kita tidak bisa bohong tenaga asing banyak di Indonesia, coba saja cek. Harusnya itu yang jadi perhatian,'' katanya.

Mudah Terdeteksi

Ditambahkan Riza, dengan sistem ketat yang diterapkan Saudi, kecil kemungkinan ibadah umrah atau haji menjadi pintu masuk bagi TKI ilegal ke Saudi. Sehingga kata dia jika ada jamaah umrah atau haji tidak kembali lagi ke Indonesia dan bekarja di Saudi akan mudah terdeteksi oleh otoritas kerajaan melalui sistemnya. ''Karena dengan sistem yang ada itu, jamaah umrah atau pun haji pasti akan terdeteksi,'' ujarnya.

Malah kata Riza dengan banyaknya aturan yang diberlakukan, sudah banyak orang atau mukmin dari berbagai negara yang sudah lama tinggal di Saudi, kembali ke negaranya masing-masing.

''Orang sekarang yang di Saudi, yang sudah resmi, banyak yang keluar, karena banyaknya aturan-aturan, seperti pajak yag tingggi kepada personal-personal pendatang atau pekerja-pekerja yang notabane orang asing,'' katanya. 

Riza mengatakan, kalau Rony F Sompie menyatakan bahwa umrah dan haji menjadi modus TKI ilegal, itu tidak benar. ''Saya katakan itu harus diverifikasi lagi, diralat, mana buktinya? Mana kesannya? Kalau memang itu ada, tolong keluarkan datanya,'' katanya.

Dia menegaskan, kalau pun segelintir jamaah umrah atau haji yang tidak kembali, Dirjen Imigrasi tidak boleh menggeneralisir. Karena, kalaupun ada jamaah yang menyalahgunakan perjalanan ibadah haji dan umrah, jumlahnya sangat kecil.

Riza berpendapat apa yang disampaikan Roni F Sompie harus segera diverifikasin karena itu merupakan tuduhan terhadap umat Muslim, terutama kepada calon jamaah umrah dan haji. ''Jadi itu perlu diverifikasi, karena itu tuduhan,'' tegasnya. ***