KUALA LUMPUR, GORIAU.COM - Sejak awal pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hilang atau sejak 8 Maret 2014 lalu, teori konspirasi tentang pesawat naas tersebut terus bergulir. Kini, setelah sebulan MH370 hilang, 4 teori konspirasi di antaranya masih dinilai serius.

CIA Terlibat

Pada Minggu (6/4/2014) lalu, editorial media Malaysia, Utusan, tiba-tiba membahas sebuah kemungkinan yang layak dipertimbangkan. Media milik partai pemerintah (UMNO) ini 'mendukung' dugaan badan intelijen AS (CIA) di balik peristiwa hilangnya MH370.

Asisten Editor Utusan, Ku Seman Ku Hussein mengatakan dalam editorial, 'sudah waktunya untuk berpikir outside the box' terkait tragedi MH370. Dia menduga ada unsur keterlibatan CIA di dalamnya, dengan kemungkinan misi merusak hubungan baik China dan Malaysia.

"Bila benar CIA bisa mengatur serangan di World Trade Center New York pada 11 September 2001, maka bukan hal yang mustahil kasus MH370 juga berkaitan dengan agensi intelijen tersebut," tulisnya.

"Bagaimana bila tragedi MH370 sudah direncanakan oleh kelompok tertentu agar terjadi ketegangan antara hubungan Malaysia dan China?" tulisnya lagi.

Ku Seman terus mengaitkan insiden '9/11' dengan CIA. Dia menyebut tragedi itu sebagai 'tiket' AS untuk menginvansi Afghanistan dan Irak. Berkaca dari kasus itu, dia mengajak pemerintah Malaysia agar melihat kasus MH370 dari sudut pandang berbeda.

Belum ada pihak yang mengomentari artikel ini. Namun ini adalah tulisan pertama yang dibuat oleh media mainstream Malaysia terkait konspirasi di balik MH370.

Ditahan di Pulau Diego Marcia

Selain keterlibatan CIA, teori konspirasi yang jadi perbincangan serius saat ini adalah kemungkinan pesawat berada di Pulau Diego Garcia. Isu ini sempat mengemuka beberapa waktu lalu, namun kembali menguat setelah tak ada serpihan apa pun terkait MH370 yang terkuak hingga sekarang.

Diego Garcia terletak di kawasan terpencil Samudera Hindia. Lokasinya berjarak 3.600 km dari timur laut Afrika dan 4.700 kilometer barat laut Australia. Pulau itu dikelola oleh pemerintahan Inggris, namun jadi basis militer Amerika Serikat.

Salah satu yang membuat isu MH370 di lokasi tersebut menguat karena adanya landasan yang cukup panjang untuk mengakomodasi pesawat komersil. Bahkan disebut-sebut, runway tersebut mampu menampung pendaratan kapal luar angkasa milik AS dalam keadaan darurat.

Indikasi yang menguatkan lainnya adalah temuan bukti di program simulator milik pilot MH370 kapten Zaharie Shah. Ada data yang menunjukkan sang pilot pernah berlatih pendaratan di landasan Diego Garcia, meski ada juga landasan lain di berbagai belahan dunia.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari pejabat mana pun soal Diego Garcia. Fokus pencarian saat ini dilakukan di Samudera Hindia, tepatnya di bagian barat Perth, Australia.

Pesan Darurat Wood

Beredar kabar di dunia maya, ada salah seorang penumpang pesawat bernama Phillip Wood mengirim pesan darurat dengan foto gelap yang diklaim di Diego Garcia. Banyak yang meyakini kebenaran informasi ini.

Salah seorang blogger terkenal Amerika Serikat Jim Stone termasuk yang membahasnya. Dia menyebut Wood yang juga menjabat sebagai eksekutif di IBM, mengirim pesan sedang disandera di sebuah pangkalan militer gelap. Dia juga mengirim GPS, yang diketahui berlokasi beberapa kilometer dari landasan Diego Gracis.

"I have been held hostage by unknown military personal after my flight was hijacked (blindfolded). I work for IBM and I have managed to hide my cellphone in my ass during the hijack. I have been separated from the rest of the passengers and I am in a cell. My name is Philip Wood. I think I have been drugged as well and cannot think clearly," demikian pesan Wood yang dikutip oleh Jim Stone.

Sebuah foto hitam yang dikirim Wood kemudian dianalisis oleh para pengguna internet. Hasilnya, ada yang yakin itu bukan foto biasa, namun diambil dalam sebuah ruangan gelap.

Meski jadi pembicaraan serius, teori ini akhirnya menguap. Tak ada pejabat resmi yang membantah, namun Metabunk, situs yang mengelola forum tempat postingan tentang Wood memastikan, GPS dari ponsel bisa dipalsukan. Mereka pun memberi contoh soal kemungkinan ini terjadi. Belakangan, banyak yang percaya, pesan itu pun hoax.

20 Pakar ITDi pesawat Malaysia Airlines MH370, ada 20 orang staf senior Freescale Semiconductor, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang bergerak di bidang telekomunikasi dan gadget untuk radar militer. Perusahaan itu rupanya baru saja meluncurkan peralatan elektronik baru untuk sistem radar militer sebelum pesawat Boeing 777-200ER MAS menghilang.

Dari 20 orang, 12 di antaranya adalah berasal dari Malaysia, sisanya dari China. "Mereka adalah orang-orang dengan latar belakang teknis yang berpengalaman dan mereka orang-orang penting," kata juru bicara Freescale, Mitch Haws.

Di antara para pemegang saham Freescale adalah Carlyle Group, sebuah perusahaan investasi swasta yang pernah dinaungi oleh mantan presiden AS George Bush Sr dan mantan perdana menteri Inggris John Major. Carlyle juga pernah memiliki klien top, termasuk Binladin Group, sebuah perusahaan konstruksi yang dimiliki keluarga Osama bin Laden.

Spekulasi liar soal keberadaan 20 staf ini dan kemungkinan pembajakan di MH370 pun bermunculan. Terutama karena pesawat itu tak terdeteksi radar selama terbang berjam-jam ke arah Samudera Hindia. Apalagi Freescale sedang aktif mengembangkan chips untuk radar militer.

Ada yang menduga, mereka terlibat dalam pembajakan dan mampu untuk 'menyembunyikan' pesawat di udara agar terhindari dari radar militer dan sipil. Dugaan lainnya, mereka justru salah satu korban yang diculik agar membantu pihak tertentu mengembangkan senjata militer.***