JAKARTA - Saat debat kelima calon presiden dan wakil presiden Sabtu (13/4) malam, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menceritakan keluhan beberapa ibu-ibu yang diterimanya saat berkampanye.

Dikutip dari kumparan.com, Sandi awalnya bercerita soal neraca perdagangan Indonesia yang masih belum baik. Ia kemudian bercerita soal curhatan Ibu Mia di Tegal, Jawa Tengah, yang mengeluhkan soal tarif listrik. Di sesi awal debat, Sandi juga menceritakan soal Ibu Nurjanah dari Langkat, Sumut yang mengeluhkan warungnya yang sepi.

Jokowi kemudian menanggapi pernyataan Sandi tersebut. Menurut dia, dalam memandang masalah ekonomi, tidak bisa melihat dengan cara mikro.

''Sekali lagi ini ekonomi makro, bukan ekonomi mikro yang sekali bangun langsung jadi. Jadi enggak bisa juga seperti bapak sampaikan, ibu ini, ibu itu. Ini mengelola ekonomi makro, agregat produksi itu bukan hanya orang per orang dijadikan patokan, tidak bisa,'' ujar Jokowi di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Jokowi melanjutkan, harus dipahami bahwa dalam mengelola negara, dibutuhkan pendekatan yang berbeda. Artinya, data-data harus berdasarkan survei di lapangan, tidak hanya berdasarkan keluhan saja.

''Ini ekonomi negara, jadi sangat berbeda. Kita harus ngerti. Dari sisi supply, dari sisi demand secara garis besar seperti apa harus pakai angka-angka yang didasarkan data-data survei,'' kata Jokowi.

''Tidak mungkin kita melakukan kebijakan hanya berdasarkan 1,2,3 orang yang menyampaikan keluhan kepada bapak. Dan itu sering bapak sampaikan sebagai contoh terus menerus,'' lanjut Jokowi. ***