MELBOURNE - Seorang remaja Australia menimpukkan telur ke kepala senator asal Queensland Fraser Anning, di Melbourne Tenggara, Sabtu (16/3). Peristiwa itu terjadi saat Anning memberikan keterangan pers.

Remaja tersebut menimpukkan telur ke kepala Anning diduga sebagai wujud kemarahannya kepada senator tersebut yang menyalahkan umat Islam terkait penembakan brutal dalam dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3), yang menewaskan 49 Muslim.

Dikutip dari kumparan.com, dalam video yang beredar, seorang remaja laki-laki berkaus putih tampak berjalan ke arah Anning dari belakang. Remaja tersebut datang sambil merekam Anning melalui ponselnya. Tiba-tiba, ia mengeluarkan sebutir telur dan memecahkannya ke kepala Anning.

Kaget karena aksi remaja tersebut, Anning langsung menghantamkan pukulannya ke arah remaja itu. Dia tampak memukul remaja tersebut sebanyak dua kali. Meski pada akhirnya langsung dipisahkan oleh staf Anning yang tengah berada di lokasi kejadian.

Dilansir abc.net.au, seorang juru bicara Kepolisian Victoria mengatakan petugas telah menangkap seorang remaja berusia 17 tahun itu. Remaja itu diketahui berasal dari Hampton. Kini polisi masih menyelidiki motifnya.

Usai peristiwa itu, di media sosial muncul penggalangan dana yang bertujuan membantu remaja tersebut dalam menyelesaikan masalah hukumnya.

Penggalangan itu juga disebut untuk 'membeli lebih banyak telur' untuk Anning.Sebelumnya, Anning menyulut kontroversi karena dinilai menyakiti hati umat Islam. Dia mengatakan hal itu kala mengomentari penembakan pada jemaah yang tengah salat Jumat di Christchurch.

''Saya sangat menentang segala bentuk kekerasan di masyarakat dan sepenuhnya mengutuk aksi pria bersenjata itu,'' sebut Anning.

''Penyebab sebenarnya dari pertumpahan darah di jalanan Selandia Baru adalah program imigran yang mengizinkan Muslim fanatik masuk di Selandia Baru pada awalnya,'' sambung Anning.

Anning menambahkan, meski korban insiden di Christchurch adalah umat Muslim, namun mereka juga adalah pelakunya.

Tidak sampai di situ saja, tanpa alasan jelas, Anning menyalahkan umat Islam atas terjadinya kematian di dunia. ''Seluruh agama Islam setara dengan fasisme,'' ucapnya.***