SITUBONDO - Tim Saber Pungli Polres Situbondo melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua kepala (Kasek) SD negeri di Kecamatan Asembagus, Situbondo.

Dikutip dari detik.com, keduanya terjaring OTT saat melakukan penarikan setoran uang diduga hasil pungutan liar (pungli) tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Asembagus.

Kedua Kasek itu adalah ABR (50) dan DSN (56). Dari tangan keduanya, petugas menyita uang tunai Rp21,8 jutaan sebagai barang bukti. Tiba di Mapolres, ABT dan DSN langsung digiring masuk ke ruang penyidik Tipikor Satuan Reskrim.

''Ada dua orang oknum Kepala Sekolah yang kita amankan. Sekarang masih dimintai keterangan,'' kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu Ali Nuri, Rabu (4/11/2019).

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, pelaksanaan OTT oleh tim Saber Pungli Situbondo dilakukan tadi padi. Sebelum itu, anggota tim mendapatkan informasi akan ada pertemuan para Kasek Kecamatan Asembagus di Kantor Korwilcam Dinas Pendidikan dan kebudayaan setempat. Materi pertemuan konon untuk menyetorkan hasil pungutan tunjangan sertifikasi dari para guru.

''Tim bergerak karena di pertemuan itu diinfomasikan ada aroma yang diduga menyalahi aturan,'' sambung Nuri.

Benar saja, di kantor Korwilcam petugas mendapati ada sekitar 30 Kasek SDN yang sedang berkumpul. Mereka menyetorkan uang hasil pungutan tunjangan sertifikasi guru kepada kedua oknum Kasek tadi, yang konon sebagai Bendahara PGRI Kecamatan Asembagus. Keduanya pun langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Situbondo.

''Selain uang tunai Rp21.810.00, petugas juga mengamankan sebuah buku catatan rekap penerimaan dan pengeluaran, serta enam lembar kertas catatan nama-nama penyetor,'' tandas mantan Kapolsek Sumbermalang itu.***