KENDARI - Puluhan anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) merusak rumah dan menghancurkan perabot milik wanita tua Yudahusna (68), di Kota Kendari, Ahad (7/4).

Dikutip dari merdeka.com, pada Senin (8/4), puluhan anggota Brimob Polda Sultra memperbaiki kembali rumah wanita pensiunan guru itu.

Perusakan rumah lansia itu dilakukan puluhan anggota Brimob setelah salah seorang temannya ditebas punggungnya oleh sekelompok pemuda. Anggota Brimob itu diketahui bernama Roxy Rahayu. Dia mengalami luka parah sehingga harus mendapat beberapa jahitan.

Tak terima kawannya dianiaya, puluhan anggota Brimob merusak rumah yang diduga dipakai para pelaku bersembunyi. Anggota Brimob juga nyaris melukai pemilik rumah yang sudah berusia lanjut itu.

Sehari setelahnya, Yudahusna (68) dibawakan anggota Brimob peralatan berupa televisi, piring dan gelas, rak piring dan perabotan lainnya. Anggota Brimob juga membawakan sejumlah kaca jendela untuk pengganti yang mereka rusak pada Minggu.

''Mereka sudah bawa piring dan perabotan. Kan mereka sudah obrak-abrik dan katanya mau gantikan semua,'' ujar Yudahusna.

Dia menambahkan, sudah ikhlas rumahnya dirusak kemudian diperbaiki. Pihaknya pun tak akan memperpanjang masalah dengan mencabut laporan polisi yang sudah sempat dibuat di Polda Sultra.

''Saya ikhlas. Polisi yang menghancurkan rumah saya semua masih anak muda, kasihan, lain kali jangan bertindak cepat seperti itu,'' Yudahusna menambahkan.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart mengatakan, pihaknya tetap akan memeriksa sejumlah pelaku. Sebab hal ini merupakan standar kode etik di Polda Sultra.

''Kami tetap periksa dan tindak mereka dengan sanksi disiplin. Meskipun, setelah ini kami juga sudah arahkan para pelaku agar rumah lansia itu diperbaiki hingga seperti semula,'' kata Kabid Humas.

Polda Sultra menyesalkan perbuatan sejumlah anggotanya. ''Atas nama anggotanya, Kapolda Sultra meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pemilik rumah,'' dia memungkasi.

Kasat Brimob Polda Sultra, Kombes Joni Afrizal Arifuddin ikut meminta maaf atas perusakan rumah yang dilakukan anggotanya. Dia mengungkapkan, aksi penyerbuan dan perusakan rumah lansia diawali karena sepeda motor salah seorang anggota Brimob mogok.

Sepeda motor ini dikendarai oleh Bripda Roxy Rahayu dan Bripda Pialdi. Keduanya datang di lokasi tempat berkumpulnya puluhan pemuda yang diduga mengeroyok salah seorang anggota Brimob lainnya yang melintas.

''Saat itu, Roxy Rahayu yang membawa motor ditebas punggungnya oleh beberapa pemuda. Karena terlambat menyalakan motor saat sudah dikepung,'' ujar Joni Afrizal.

Kata Joni Afrizal, korban yang melapor ke rekan-rekannya langsung datang membubarkan paksa kerumunan massa. Ternyata, saat dikejar, beberapa pemuda lari ke arah rumah milik lansia Yudahusna.

Tak sabar, sejumlah anggota Brimob langsung meminta para pemuda itu keluar. Tidak sampai di situ, tindakan anggota Brimob berlanjut ke perusakan rumah yang ditempati lansia bersama delapan orang cucunya yang sedang tidur.***