BANGUI, GORIAU.COM - Presiden Republik Afrika Tengah Catherina Samba-Panza mengatakan akan berperang melawan militan Kristen yang membantai umat Muslim. Menurutnya, para militan yang dikenal sebagai anti-balaka telah kehilangan tujuannya.

Samba-Panza juga menyebut mereka menjadi kelompok pembunuh yang menjarah dan kejam. Para militan Kristen itu menyatakan mereka membalas dendam.Akibatnya, 10 ribu umat Muslim mengungsi ke negara tetangga Kamerun dan Chad. Selain itu, masih banyak warga yang tinggal di dalam kamp di Afrika Tengah.Sementara itu, Amnesty International menyebut tindakan mereka sebagai pembersihan etnis. Namun, Samba-Panza menolak sebutan itu dan menyebut kekerasan yang terjadi sebagai masalah keamanan."Mereka berpikir seperti itu karena saya perempuan, saya lemah. Tetapi sekarang kelompok anti-balaka yang ingin membunuh justru akan dikejar," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari BBC, Kamis (13/2/2014).Mayoritas warga Muslim yang mengungsi merupakan para pedagang atau pebisnis makanan. Kepergian mereka memicu krisis kemanusian karena menipisnya stok makanan di Afrika Tengah.Para saksi mengatakan puluhan kios di pasar Bangui tampak kosong. Satu-satunya daging yang dapat ditemukan adalah daging babi. Itu pun dalam jumlah yang sedikit. Program Pangan Dunia PBB telah memulai mengirimkan bantuan makanan ke Republik Afrika Tengah dari Kamerun. Bantuan tersebut akan tiba pertama kali pada Rabu (12/2/2014).***