JAKARTA - Aparat Polres Jakarta Pusat (Jakpus) mengamankan satu unit Daihatsu Sigra, Sabtu (3/5), sekira pukul 10.30. Mobil tersebut diamankan karena di dalamya ditemukan dua kardus formulir C1 Kabupaten Boyolali.

''Biasa kalau polisi operasi kan lihat-lihat nomor plat darimana, kemudian diberhentikan-lah mobil Daihatsu Sigra itu,'' kata Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Puadi dalam keterangannya, Senin (6/5), seperti dikutip dari mrdeka.com.

Namun, Puadi tidak mengetahui persis pelat nomor yang digunakan mobil tersebut. Yang ia ketahui, mobil mengangkut dua kardus yang bertuliskan C1 Kabupaten Boyolali.

''Ya udah, karena memang kepolisian sebatas itu saja, terus mereka koordinasi dengan Bawaslu Jakarta Pusat. Bawaslu Jakpus itu juga koordinasi dengan Bawaslu DKI,'' jelasnya.

Selanjutnya, Puadi meminta Bawaslu Jakpus melakukan investigasi terkait temuan tersebut. ''Kemudian menelusuri dan mendalami, kemudian kalau sudah cukup kuat alat bukti ya kemudian silakan pleno di internal Bawaslu Jakpus. Kemudian langkah selanjutnya adalah segera diregistrasi, nah kalau udah di registrasi kan punya waktu 14 hari. Cuma masalahnya kan kita belum bisa menyimpulkan bahwa apakah itu C1 asli atau palsu gitu kan,'' bebernya.

Puadi juga belum memastikan, apakah form C1 tersebut terkait pemilihan presiden atau caleg. ''Makanya kita lagi dalami. Kalau sudah cukup buat alat bukti diregistrasi temuan, baru nanti punya waktu 14 hari. Nanti akan ketahuan ini C1-nya apa, C1 presiden ada C1 caleg. Nanti kita perjelas, ini tujuannya mau ke mana, untuk kepentingan apa, gitu kan,'' tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kalau kasus ini diserahkan ke Bawaslu. ''Diserahkan Bawaslu,'' kata Argo kepada merdeka.com.

Namun sopir Daihatsu Sigra tersebut tidak ditahan. Petugas hanya mengamankan dua kardus berisi form C1.

''Ya sopirnya itu, kita kan enggak bisa menahan. Kalau orang ditahan kan harus ada surat penahan ya. Artinya, itu memang masih dalam ranah kepolisian, tetapi memang kalau pun barangnya memang kita amankan, tapi kan orangnya enggak harus diamankan kan. Nanti kan ada waktunya, dimana dia akan dimintai klarifikasi,'' terangya.***