JAKARTA - Anggota Polres Metro Jakarta Selatan berinisial PLG (41) ini tergolong nekat. Buktinya, dia diduga melakukan pencurian di kompleks TNI AU Dirgantara 3 Halim Perdana Kusuma.

Dikutip dari Republika.co.id, oknum polisi itu diduga mencuri baterai menara salah satu provider telekomunikasi yang berada dalam komplek TNI AU tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono saat dikonfirmasi Kamis (20/2), membenarkan bahwa PLG merupakan anggota Polres Metro Jakarta Selatan. ''Polres Timur yang tangani,'' kata Budi.

Kejadian pencurian dengan pemberatan tersebut dilaporkan ke Polsek Makassar, Jakarta Timur sepekan lalu, yakni Jumat (14/2) pukul 01.30 WIB.

Terdapat dua orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut, yakni saksi Idha dan Suprayitno, yang keduanya adalah anggota TNI.

Menurut keterangan saksi Idha, pada pukul 21.30 WIB, ia melihat tiga orang (termasuk pelaku) mondar-mandir di depan rumahnya. Saksi curiga karena ketiganya sudah terlihat sejak beberapa hari terus mondar-mandir di depan rumahnya.

Idha lalu menegur ketiga orang tersebut yang sedang membetulkan sesuatu di menara provider tersebut. Ketika ditegur, pelaku kaget, dua orang yang berada di atas menara langsung turun dan kabur menggunakan sepeda motor.

Begitu pula dengan PLG, juga hendak kabur menggunakan sepeda motornya. Namun saksi Suprayitno mencegahnya pergi, dengan memegang sepeda motornya hingga terjatuh.

Saat terjatuh PLG sempat berupaya lari dan masuk pekarangan rumah, tidak bisa keluar dan langsung diamankan oleh keduanya.

Lantas PLG diserahkan ke POM AU untuk diproses dan diserahkan lagi ke Polsek Makasar, Polrestro Jakarta Timur.

Budi mengatakan, pihaknya akan memroses pelanggaran kode etik yang dilakukan PLG setelah proses pidananya selesai ditangani Polrestro Jakarta Timur.

''Kalau proses pidana tetap di Timur. Kalau pidananya selesai ya kita proses ke kode etik lewat Propam,'' kata Budi.

Saat dikonfirmasi anggota tersebut betugas dibagian apa dan bagaimana kinerjanya selama bertugas? Budi tak menjelaskan secara detail, dengan alasan baru bertugas di Polrestro Jaksel.

''Yang pasti Polrestro Jakarta Selatan lah. Untuk lebih jelasnya saya kurang monitor gimana, saya kan baru di sini. Intinya siapapun yang melakukan pelanggaran mau pidana, atau apapun akan kita proses lagi. Selesai pidananya baru kita proses kode etiknya,'' kata Budi.

Terkait apakah yang bersangkutan akan dipecat dari tugasnya sebagai anggota Polres Metro Jakarta Selatan, Budi mengatakan sanksi tergantung dari hasil sidang kode etik nantinya.

''Ya tergantung nanti itu kan hasil sidang kode etik yang menentukan, setelah pidana selesai baru kode etik, ya salah satu ancaman hukumannya ya itu (pemecatan). Itu maksimalnya,'' kata Budi.***