KUALA LUMPUR - Polisi menggeledah kediaman pribadi mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, sejak Rabu (16/5) malam. Dalam penggeledahan itu, polisi menyita 52 tas mewah, 10 jam tangan mewaj dan uang tunai berbagai mata uang.

Polisi percaya ada alasan yang masuk akal untuk mencurigai bahwa semua barang tersebut adalah hasil pencucian uang dalam skandal dana investasi negara 1MDB.

Tas-tas yang disita termasuk beberapa yang dibuat oleh Versace, Gucci dan Oscar de la Renta dengan 15 kotak Chanel.

  Terdapat pula jam tangan mewah seperti Rolex dan Patek Philippe. Polisi juga menyita uang tunai dari berbagai mata uang termasuk dalam pecahan ringgit sebanyak RM 537.000 atau sekitar USD 135.000, 2.700 poundsterling dan 2.870.0000 Sri Lanka Rupee juga disita pihak kepolisian.

Pengacara Najib mengatakan, penggeledahan yang berlangsung selama 18 jam di rumah Najib adalah sebuah pelecehan. Demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (18/5).

Secara total, pihak berwenang Malaysia telah menggeledah enam lokasi yang terkait dengan Najib dan perusahaan investasi negara 1MDB, termasuk kantor perdana menteri dan kediaman resmi perdana menteri di Putrajaya serta empat rumah pribadi.

Pada Jumat pagi, polisi menyita 284 kotak lain yang berisi tas desainer serta puluhan tas yang diisi dengan uang tunai dan perhiasan dari unit kondominium mewah yang dikaitkan dengan Najib.

Mahathir mengatakan ada bukti yang cukup untuk menyelidiki skandal multi miliar dolar di 1MDB, dan bersumpah untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang mungkin telah bersekongkol atau mendapat manfaat dari korupsi di dana tersebut.

Setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat dan Swiss, sedang menyelidiki aliran dana yang diklaim mencapai USD 4,5 miliar yang diduga tersedot dari 1MDB.***