JOHANNESBURG - William Chandler sempat berkarier sebagai pilot pesawat komersial South African Airways (SAA) selama 20 tahun, sebelum ketahuan sebagai pilot palsu.

Dikutip dari okezone.com, Chandler ketahuan sebagai pilot palsu setelah terjadi insiden di wilayah udara Swiss, ketika itu pesawat yang dikemudikannya terbang secara tidak teratur.

Diwartakan Mirror, Jumat (1/3/2019), William Chandler telah terbang dengan dokumen palsu sepanjang kariernya, sampai SAA mencabut surat kredensialnya.

Penyelidikan yang dilakukan SAA terkait sebuah insiden yang melibatkan Chandler mengungkap pemalsuan yang dilakukan pilot itu.

Guardian melaporkan bahwa insiden tersebut melibatkan Penerbangan SA206 pada November dari Bandara Internasional OR Tambo ke Frankfurt, Jerman dan terjadi di wilayah udara Swiss.

Dua sumber SAA mengatakan kepada Guardian dan Mail Online bahwa Chandler, yang merupakan kopilot dalam penerbangan itu, memegang kendali saat insiden terjadi.

''Ada beberapa belokan aneh yang dibuat pesawat di udara yang tidak dipahami oleh siapa pun, bahkan oleh awak kabin.

''Ketika mereka mendarat, jelas mereka harus menulis laporan keselamatan, dan tampaknya ada masalah dengan jet itu sendiri karena apa yang telah ia lakukan,'' kata sumber itu.

Juru bicara SAA, Tlali Tlali mengatakan, ketika dihadapkan dengan insiden yang dapat dilaporkan seperti ini, maskapai ini melakukan investigasi untuk mengumpulkan detail yang relevan, menetapkan fakta dan membuat keputusan tentang tindakan apa yang harus dilakukan, apakah perbaikan, disiplin, atau sebaliknya.

''Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasi standar kami,'' ujarnya.

Chandler dilaporkan menolak untuk dipromosikan menjadi kapten, suatu proses yang mengharuskannya untuk menyerahkan kembali sertifikasinya.

Orang dalam industri mengatakan penolakannya seharusnya memberikan peringatan kepada maskapai.

Seorang pilot yang bergabung dengan SAA bersama Chandler pada Januari 1994 telah menjadi kapten pada 2005, namun Chandler tetap menjadi perwira pertama senior (SFO).

Sebelum 1994, Chandler bekerja di SAA sebagai insinyur penerbangan.

Pilot adalah salah satu karyawan dengan bayaran tertinggi di SAA, dengan gaji tahunan berkisar antara R900 000 (sekira Rp903 juta) per tahun untuk pilot paling junior hingga R6 juta (Rp6 miliar) untuk kapten paling senior.

Pilot juga berhak mendapatkan tunjangan seperti tiket pesawat gratis untuk keluarga besar mereka.

Tlali mengatakan maskapai itu sedang menghitung, dengan maksud untuk mengambil kembali, gaji yang diterima Chandler sebagai akibat dari penipuannya.

Chandler sendiri telah mengundurkan diri setelah ketahuan bahwa lisensinya palsu.

Selain membuka kasus pidana penipuan terhadap Chandler, Tlali mengatakan SAA telah memperketat proses otentikasi dan validasinya.***