JAKARTA - Video yang memperlihatkan mobil mewah Ferrari warna merah berada dalam bagasi pesawat Garuda Indonesia, beredar di media sosial. Pihak Garuda membenarkan adanya pengiriman Ferrari menggunakan pesawat milik maskapai tersebut.

Dikutip dari okezone.com, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyebut, pengiriman mobil mewah tersebut dilakukan pada Agustus 2018 ke London, Inggris. Sehingga membantah isu mobil Ferrari itu merupakan barang selundupan ke dalam negeri seperti motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton.

''Jadi memang sudah ada beberapa kali mobil di kirim ke luar negeri. Video mobil Ferarri itu pengiriman tahun lalu, sekitar Agustus, dengan rute penerbangan dari Jakarta ke London,'' ujar Ikhsan kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (6/12/2019).

Kejadian berlokasi di luar negeri itu semakin dikuatkan dengan adanya mobil katering makanan dalam video yang bertuliskan Dnata. Itu menunjukkan perusahaan Dnata Group, penyedia layanan pengelolaan bandara yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan ini juga aktif beroperasi di London.

Ikhsan juga memastikan proses pengiriman mobil Ferrari tersebut sudah memenuhi prosedur dan legal. ''Pengirimannya kargo biasa, jadi ada orang kirim lewat kargo Garuda. Sudah sesuai ketentuan, enggak ada hubungan sebelumnya (kasus penyelundupan),'' ungkap dia.

Menurut dia, merupakan hal yang biasa untuk Garuda Indonesia melayani pengiriman barang berukuran besar ataupun mewah melalui kargo. Kata dia, seperti pengiriman sepasang hewan Panda Cai Tao dan Hu Chung, dari China ke Indonesia pada September 2017 lalu.

''Jadi jangankan Ferrari, Panda juga kami pernah bawa,'' tutup dia.

Sebelumnya, Garuda Indonesia terkena kasus penyelundupan moge Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat A3390-900 seri Neo milik Garuda Indonesia yang diterbangkan dari Toulouse, Perancis. Kendaraan Harley tersebut milik Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, yang pada akhirnya dicopot jabatannya oleh Menteri BUMN Erick Tohir.***