JAKARTA - Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kompol TM diduga membantu warga negara Prancis, Dorfin Felix kabur dari rumah tahanan (Rutan) Polda NTB. Dorfin merupakan tersangka pemilik sabu seberat 2,4 kilogram.

Dikutip dari merdeka.com, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, mengatakan, atas kesalahannya itu Kompol MT terancam dipecat sebagai anggota Polri.

''Bisa saja (dipecat dari anggota Polri), hasil sidang nanti yang menentukan. Apakah keputusan hakim internal (memecat), bisa saja,'' ujar Kombes Syahar Diantono, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dijelaskan Syahar, saat ini Kompol TM telah ditahan karena kasus tersebut. Selain itu, Bidang Propam Polda NTB dibantu tim Divisi Propam Mabes Polri juga tengah memeriksa anggota yang berjaga saat Dorfin kabur dari Rutan.

Syahar mengakui, ada gratifikasi berupa televisi dan selimut yang diterima Kompol TM dari Dorfin. Namun ia menampik terkait isu suap senilai Rp 10 miliar dari WN Prancis pemilik sabu seberat 2,4 kilogram itu.

''Itu bisa dibuktikan dengan menggandeng PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), itu tak benar,'' tuturnya.

Sejauh ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif oknum pejabat Polda NTB itu membantu tahanan kabur. Pemeriksaan intensif terkait kasus tersebut masih berlangsung.

''Tentunya Polri menyesalkan. Karena sudah ada perintah Kapolri sangat tegas, siapapun yang terlibat narkoba baik langsung atau pengguna, (ditindak) tegas. Bahkan banyak anggota di-PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) yang terlibat. Ini sangat disesalkan,'' ucap Syahar memungkasi.

Dorfin kabur dari sel tahanan di Rutan Polda NTB melalui jendela berjeruji berukuran sekitar 70x70 centimeter, pada Minggu, 20 Januari 2019. Dia diduga menggunakan gergaji untuk menjebol teralis besi di ruang tahanan yang ada di lantai dua.

Namun belakangan, kejanggalan demi kejanggalan mulai terlihat. Propam menemukan indikasi keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam pelarian tahanan kasus narkoba tersebut.***