BENGKALIS, GORIAU.COM - Penjara peninggalan kolonial Belanda masih bisa ditemukan di Kabupaten Bengkalis, Riau. Objek wisata ini menjadi saksi bisu kekejaman penjajah terhadap kaum pribumi. Sayangnya bangunan bersejarah di Bengkalis ini tidak terawat dengan baik.

Huis van Behauring atau warga setempat menyebutnya rumah orang rantai, terletak di Jalan Pahlawan, Bengkalis. Bangunan di lahan seluas 1 hektare ini adalah penjara Belanda yang dibangun tahun 1883.

Konon Huis van Behauring dirancang seorang arsitek Portugis. Ciri khas bangunan Eropa terlihat di beberapa bagian penjara, seperti pintu masuk, atap, dan dinding bangunan. Dulunya bangunan ini terdiri dari 25 kamar tahanan, penjara dengan terali besinya masih bisa dijumpai di beberapa sel, meskipun sebagian besar sudah habis dijarah.

Dinding bangunan penjara ini juga terlihat masih kokoh. Di sinilah ratusan orang pribumi dulu dihukum atas berbagai tuduhan. Narapidana yang masuk ke Huis van Behauring harus memakai rantai di tangan dan kaki. Itulah sebabnya warga setempat menyebut penjara ini sebagai rumah orang rantai.

Sayangnya penjara bernilai historis tinggi ini tidak terawat, kerusakan terlihat di hampir seluruh bagian bangunan, seperti atap yang hancur, dinding yang retak, dan lantai yang ditumbuhi rumput. Penjara Belanda Bengkalis memang pernah difungsikan sebagai rumah tahanan pemerintah Indonsia sampai tahun 1980-an, namun setelah itu Huis van Behauring dibiarkan rusak dan tidak terurus.

Saat ini ada dua keluarga menempati bagian depan penjara, mereka tinggal di kompleks ini dan secara sukarela membersihkan bangunan utama. Menurut penghuni penjara, Zuraijah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak mau merawat penjara Belanda. Padahal banyak wisatawan yang berkunjung untuk sekadar mengenang kekejaman pemerintah VOC.

Para sejarawan mengimbau pemerintah daerah mempertahankan Huis van Behauring, di samping menjaga kelestarian bangunan bersejarah, tempat ini sebenarnya juga bisa menghasilkan devisa dari sektor pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyatakan akan merenovasi penjara Belanda tahun 2015 mendatang, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bengkalis, Eduar, selama ini pemeliharaan Huis van Behauring terkendala persoalan administrasi pemerintahan. ***