JAKARTA - Pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil ( CPNS) formasi tahun 2018, akan ditutup besok, Senin (15/10/2018). Ternyata, sejumlah instansi masih sepi pelamar. Bagi peserta yang ingin mengubah pilihan formasi, masih terbuka kesempatan hingga besok.

Dikutip dari tribunnews.com yang melansir kompas.com, ada lima instansi pusat yang sepi peminat hingga Jumat (12/10/2018) pukul 16.00 WIB. Penelusuran tribunnews.com Minggu (14/10/2018) pagi, dari lima instansi pusat sepi peminat itu, terdapat formasi yang masih belum ada pelamar atau nol pelamar.

Berikut lima instansi sepi peminat tersebut: 

1. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial

Jumlah pelamar di Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial sebanyak 575 orang (data per Jumat (12/10/2018).

Pada CPNS 2018, instansi ini mengalokasikan sebanyak 21 formasi yang terbagi menjadi delapan jabatan. Total 21 formasi ini terdiri dari dua formasi lulusan terbaik, satu formasi putra/putri Papua dan Papua Barat, serta 18 formasi umum.

Meski tergolong sepi peminat, hingga Minggu (14/10/2018), seluruh formasi CPNS 2018 di Sekretariat Jendertal Komisi Yudisial sudah diisi oleh pelamar. Jumlah pelamar setiap formasi bervariasi.

2. Badan Informasi Geospasial

Pelamar CPNS 2018 yang memilih mengikuti seleksi di Badan Informasi Geospasial sebanyak 545 orang (data per Jumat (12/10/2018).

Badan Informasi Geospasial menyediakan 50 formasi yang terdiri dari lima formasi cum laude, 1 formasi disabilitas, 43 formasi umum, serta 1 formasi putra/putri Papua dan Papua Barat.

Penelusuran tribunnews.com di sscn.bkn.go.id , hingga Minggu (14/10/2018), di Badan Informasi Geospasial masih terdapat satu formasi yang sama sekali belum ada pelamar.

Namun, formasi ini adalah formasi khusus putra putri Papua Barat. Formasi itu yakni formasi Surveyor Pemetaan Ahli Pratama.

Formasi yang dibuka sebanyak 1 orang untuk lulusan S1 Geodesi/S1 Geomatika/S1 Teknik Geodesi/S1 Teknik Geodesi dan Geomatika atau S1 Teknik Geomatika.

Formasi nol pelamar di Badan Informasi Geospasial CPNS 2018 (sscn.bkn.go.id)

3. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan

Sebanyak 497 orang memilih Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (data per Jumat (12/10/2018)) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan membuka sebanyak 21 formasi untuk CPNS kali ini.

Adapun 21 formasi tersebut terdiri dari 19 formasi umum dan 2 formasi cum laude atau lulusan terbaik.

Jika sebelumnya sejumlah formasi nol pelamar, hingga Minggu (14/10/2018) pagi ini, seluruh formasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan sudah terisi oleh pelamar.

Paling sepi adalah formasi Pengevaluasi Program dan Kinerja untuk lulusan S1 Ilmu Ekonomi. Jumlah formasi yang dibuka 1, sementara jumlah pelamar 2 orang.

4. Badan Pengawas Tenaga Nuklir

Pelamar yang memilih mengikuti seleksi CPNS di Badan Pengawas Tenaga Nuklir sebanyak 472 orang (data per Jumat (10/10/2018)

Badan Pengawas Tenaga Nuklir membuka sebanyak 25 formasi untuk CPNS kali ini. Total alokasi ini terdiri dari 2 formasi lulusan terbaik, 1 formasi disabilitas, dan 22 formasi umum.

Di Badan Pengawas Tenagaq Nuklir, seluruh fomasi juga sudah terisi.

Formasli paling sedikit adalah formasi Analis Organisasi dan Tata Laksana yang membuka satu formasi dan baru dilamar satu orang.

Formasi ini dibuka untuk jurusan S1 Manajemen.

5. Sekretariat Jenderal MPR

Sekretariat Jenderal MPR menjadi instansi pusat dengan jumlah pelamar paling sedikit. Sebanyak 378 orang memilih melamar di instansi ini (data per Jumat (10/10/2018)).

Sekretariat Jenderal MPR membuka sebanyak 23 formasi di CPNS kali ini. Total formasi tersebut terbagi menjadi 15 jabatan.

Pantauan tribunnews.com, Minggu (14/10/2018) pagi, formasi di Sekretariat Jenderal MPR juga sudah terisi semua. Paling sepi adalah formasi Analisi Sistem Informasi yang hanya dilamar dua pelamar.

Sementara formasi yang dibuka sebanyak 1 formasi.

Formasi ini diperuntukkan bagi lulusan S1 Komputer Informatika/S1 Komputer Manajmene Informatika/S1 Komputer Teknik atau S1 Komputer teknik Informatika.***