BANGKOK - Seorang pemilik jasa laundry di Thailand, Sangduen Khaorueng, berhasil menyelamatkan bayi berusia lima hari dari dalam mesin cuci.

Dikutip dari grid.id, yang melansir dari Mirror, Selasa (7/5/2019), bayi itu ditemukan dalam sebuah mesin cuci yang dioperasikan dengan koin.

Sangduen Khaorueng awalnya mendengar suara tangisan ketika ia kembali ke tempat laundry-nya setelah tutup sejak hari Jumat (3/5/2019).

Awalnya perempuan berusia 47 tahun itu mengabaikan suara tangisan tersebut. Ia mengira suara tangisan itu berasal dari rumah tetangga.

Namun, akhirnya ia merasa penasaran dan memeriksanya di sekitar tempat mesin cuci.

Alangkah terkejutnya ketika ia menemukan seorang bayi yang terbungkus handuk dan berada dalam drum besar yang terletak di bagian bawah mesin cuci.

''Saya pergi pada hari Jumat ke luar kota untuk melakukan bisnis dan usaha ini tutup sepanjang akhir pekan,'' ujar Khaorueng.

''Ketika saya kembali, saya mendengar tangisan. Saya pikir itu dari rumah tetangga sehingga saya tidak melakukan apa-apa,'' tambahnya.

''Tapi tangisan berlanjut setelah saya berada di luar dan kembali. Saya mengikuti suara dan melihat bayi di dalam mesin cuci. Saya segera memanggil polisi,'' katanya.

Setelah melaporkan pada pihak polisi, tak berselang lama polisi dan paramedis tiba di lokasi.

Ketika diperiksa, bayi tersebut masih dalam keadaan sehat namun sangat kelaparan.

Tali pusar bayi itu pun masih ada, petugas medis memperkirakan usia bayi itu baru lima hari.

Akhirnya paramedis membawa bayi itu untuk dirawat di rumah sakit.

''Kami percaya bayi itu berusia sekitar lima hari. Dia dalam kondisi fisik yang baik tetapi sangat lapar. Seorang warga kemudian memberikan sebotol susu untuknya.''

''Untung dia menangis, bila tidak, tidak akan ada orang yang tahu keberadannya di dalam mesin cuci itu,'' ujar Letnan Kaewnui dari kepolisian setempat.

Polisi kini tengah melacak keberadaan sang ibu dengan memeriksa CCTV.

Jika keluarga bayi tersebut tidak dapat ditemukan, kemungkinan bayi itu akan dirawat di panti asuhan.***