PALEMBANG - Tidak butuh waktu lama aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap FA (20), mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang. Pelaku merupakan tetangga korban bernama Sairun (40).

Dikutip dari grid.id yang melansir tribun sumsel, Ahad (3/2), Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono mengatakan, pelaku ditangkap pada Jumat (1/2).

Afner menjelaskan kecurigaan polisi kepada Sairun berawal dari tempat kejadian perkara. Saat itu, beberapa saksi dipanggil sehingga muncul nama Sairun yang menunggu kebun tempat dimana FA dirampok sebelum diperkosa dan dibunuh.

Polisi mengetahui Sairun pembunuhnya dari bercak sperma di tubuh korban.

''Sebagai pembanding, ternyata hasil dari lab forensik sperma identik milik pelaku (Sairun),'' kata Afner saat rilis di Polsek Gelumbang, Jumat (1/2/2019) malam.

Afner melanjutkan, Sairun yang merupakan tetangga korban rupanya sudah merencanakan perampokan kepada FA dengan merampas sepeda motornya.

Saat itu, korban yang sudah mengantar ibunya ke kebun atau ladang. Pelaku bersembunyi sebelum menodong FA di simpang tiga Desa Suban, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muaraenim.

''Pelaku langsung menghentikan korban. Korban pun sudah menyerahkan motor. Namun, korban menarik penutup wajah dan terbuka, hingga mengenali Sairun,'' ujar Afner.

Karena wajahnya ketahuan, Sairun menjadi kalap dan langsung memukul FA, kemudian mengikat tangan korban.

Usai itu FA disuruh Sairun berjalan ke TKP di kebun karet. Di tempat tersebut Sairun memperkosa FA dua kali.

''Korban diperkosa satu kali saat sadar dan kedua dalam kondisi tidak sadar atau tewas,'' kata Afner.

Polisi juga mendapati fakta baru, bahwa Sairun merupakan residivis kasus pemerkosaan dan baru bebas 2 bulan lalu dari LP Nusakambangan. Sairun mendekam di LP Nusakambangan selama 9 tahun.

Saat ini barang bukti dan motor Beat warna Hijau Putih milik korban telah diamankan polisi.

Sebelumnya warga menemukan mayat seorang gadis yang diketahui berinisial FA dalam keadaan tak berbusana di kebun karet di semak belukar di Desa Menanti, Kamis (31/1) malam.

Tim forensik juga menemukan bekas cekikan di leher korban. Pada kemaluan korban diketahui ada darah saat jenazahnya diautopsi di RSUD Kota Prabumulih.

''Diduga diperkosa karena kemaluan berdarah dan leher ada bekas cekikan,'' kata Jumani, pimpinan kamar mayat RSUD Kota Prabumulih.***