MOJOKERTO, GORIAU.COM - Nasib naas dialami Yusuf Setyawan (24) asal Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Jombang. Pria yang dikenal sebagai preman kampung ini, tewas dihakimi massa usai memeras sopir truk tronton di Jalan Raya Desa Menturus, Kecamatan Kudu, Senin (22/9/2014).

Aksi main hakim sendiri itu bermula saat Yusuf yang seorang diri mencegat truk tronton bernopol B 9161 NYU sekitar pukul 04.00 Wib. Mengetahui aksi Yusuf, sopir truk Saipul (26), warga Desa Suka Marga, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten bersama dengan Rully (23), warga asal Desa Kampung Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor menghentikan kendaraannya.

Yusuf yang dikenal sebagai preman kampung itu meminta uang Rp 1 juta kepada korban. Alasannya, uang tersebut sebagai jasa pengamanan. Pelaku mengancam akan mengahancurkan kendaraan korban jika tidak dikabulkan keinginannya.

"Dia (Pelaku) kemudian mengambil handphone milik saya dan kabur," kata Saipul kepada wartawan.

Melihat ulah Yusuf, Saipul dan Rully mengejar pelaku. Naas, saat kabur, Yusuf jatuh tersungkur. Tanpa basa-basi, kedua korban menghadiahi Yusuf dengan bogem mentah sembari berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Mendengar terikan korban, massa pun berdatangan dan turut mengeroyok Yusuf. Setelah terkapar, pria asal Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu itu dilarikan ke Puskesmas Tapen, Jombang untuk menjalani perawatan. Nahas, nyawa Yusuf tak tertolong.

Sementara Kapolres Jombang, AKBP Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi.

"Satu orang meninggal bernama Yusuf. Sebelum dikeroyok warga, pelaku sempat melakukan pemalakan terhadap sopir truk. Saat ini kami sedang mendalami kasus tersebut," tandasnya. ***