PEKANBARU, GORIAU.COM - Jamal (39) dan Nur Asmi (36) dua petani di Kabupaten kampar yang melapor ke Polres Kampar akibat diduga dianiaya dan dikeroyok oleh Istri Bupati Kampar Eva Yuliana dan Bripka Very ajudan Bupati Kampar Jefry Noer, mengatakan saat akan melapor itu dia sempat didatangi oleh seorang yang mengaku dari pihak Bupati Kampar untuk berunding secara damai.

"Ada orang yang mengaku suruhan dari Pak Jefri datang untuk minta damai. Saya bilang, tidak terima karena dianiaya. Mereka diam saja, lalu bilang kalau mau damai akan diobatkan," kata Jamal kepada wartawan, Selasa (3/6/2014).

Sebagai warga Kampar, Jamal yang didampingi Nur Asmi di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru tak menyangka pemimpinnya bisa berlaku seperti itu. "Dulu waktu pemilihan Bupati, kami sekeluarga memilih Pak Jefry, namun saya tak menyangka," kata Nur Asmi.

Lahan seluas 1 hektar yang menjadi permasalahan antara Bupati Kampar Jefry Noer dan Istrinya Eva Yuliana ini, diakui Nur Asmi dibelinya pada tahun 2012 dengan harga Rp30 juta per hektar.

"Kami lebih dahulu membeli lahan itu, dia (Jefry Noer) membelinya tahun 2013," katanya sambil menunjukkan Surat Keterangan Ganti Rugi atas kepemilikan lahan tersebut dan mengatakan Jefry memiliki tanah 100 hektar di sana yang kabarnya akan dibangun menjadi Pabrik Kelapa Sawit.

Setelah melaporkan penganiayaan tersebut, Nur Asmi dan Jamal hanya bisa menyerahkan semua proses pada pihak yang berwajib yakni Polres Kampar tempat dia dan suaminya melaporkan.

"Kami serahkan ini pada proses hukum, kami yakin Tuhan itu adil. Sebagai manusia, saya mungkin bisa memaafkan, tapi dalam proses hukum harus tetap lanjut agar menjadi contoh bahwa pejabat jangan semena-mena kepada rakyatnya," harap Nur Asmi. ***