PANDEGLANG - Banyak guru berstatus PNS yang bekerja di perkotaan masih mengeluh dan bermalas-malasan menjalankan tanggung jawabnya. Padahal, sudah menerima gaji cukup lumayan dan mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Sebaliknya, banyak guru honor yang mengajar di pedalaman atau pelosok negeri selalu bersemangat dan tidak pernah mengeluh, meskipun imbalan yang mereka terima sangat tidak manusiawi. Salah satu diantaranya adalah Dedi Mulyadi.

Dedi yang sudah 12 tahun mengabdi sebagai guru honor di SD Negeri Pasir Lancar 2, Desa Pasir Lancar, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, hanya digaji Rp12 ribu per hari.

Dikutip dari grid.id yang melansir dari Youtube Aksi Cepat Tanggap pada (25/11/2019) lalu, Dedi Mulyadi sudah mengajar sebagai tenaga honorer di SD Negeri Pasir Lancar 2 sejak tahun 2007 lalu.

Kondisi sekolah dan ruang kelas yang dipakai untuk belajar mengajar sudah sangat tidak layak digunakan.

Mirip bekas gudang yang ditinggal bertahun-tahun, karena lantainya sangat kotor dan mengelupas. Temboknya sudah kusam, bahkan retak besar yang berisiko ambruk. Meja dan kursi sudah lapuk dan gentengnya sudah ambrol.

Gaji yang sangat kecil itu pun tidak setiap bulan diterima Dedi, melainkan sekali tiga bulan.

''Terus terang kalo masalah gaji saya sih ngitung kehadiran. Saya cuma dihitung 12 ribu satu kali hadir. Kalau tidak hadir saya tidak dapat apa-apa,'' ungkapnya.

''Biasanya sekolah sih dari jam 7 ya sampe jam 12, itupun kalo full hadir, kalo mungkin kita banyak alpa mah kayak ada acara keluarga atau sakit gitu ya, mungkin tidak akan segitu,'' sambungnya.

Walaupun digaji sangat kecil, Dedi Mulyadi tak mengeluh dan bertekad akan tetap mengajar. Sebab, kata Dedi, menjadi guru adalah cita-citanya sejak dari kecil.***