TOKYO - Terlambat menghadiri rapat, merupakan hal biasa bagi banyak pejabat tinggi di Indonesia. Berbeda dengan pejabat di Jepang, terlambat menghadiri rapat merupakan hal memalukan dan membuatnya merasa sangat bersalah.

Dikutip dari grid.id yang melansir dari kompas.com, Menteri Olimpiade Jepang Yoshitaka Sakurada datang terlambat pada rapat parlemen.

Meski terlambatnya hanya 3 menit, namun kalangan oposisi menyebut sikap Sakurada tak menghormati institusinya.

Bahkan para kalangan oposisi sempat melakukan boikot dan rapat pembahasan anggaran tertunda selama lima jam.

Diwartakan BBC, meski terlambat tidak dianggap sebagai hal memalukan di Jepang, para oposisi sangat menyoroti untuk mencari kegagalan Sakurada.

Dalam jajak pendapat yang dirilis harian Asahi Shimbun awal pekan ini, 65 persen responden merasa Sakurada tidak cocok dengan pekerjaannya.

Sakurada lantas mengucapkan permintaan maafnya kepada publik atas keterlambatannya tersebut.

Tak hanya itu, Menteri Sakurada ini sempat melontarkan serangkaian blunder komentar.

Para politisi oposisi sangat mengkritisi menteri berusia 69 tahun itu atas segala komentar dan tindakannya.

Misalnya, pekan lalu Sakurada mengaku kecewa kepada Rikako Ikee, setelah bintang renang Jepang itu pada pekan lalu didiagnosis terkena leukemia.

Sakurada mengungkapkan Ikee merupakan andalan atlet mereka meraup emas saat Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

''Saya sangat kecewa. Sebab kami berekspektasi besarnya kepadanya,'' ujarnya.

Dia lantas dibanjiri kritikan dan akhirnya mengucapkan permintaan maafnya.

Beberapa tahun lalu pada 2016, dia juga menyinggung tentang jugun ianfu (wanita penghibur).

Sakurada menyebut para perempuan yang dipaksa memberi layanan seksual kepada tentara Jepang saat Perang Dunia II merupakan ''PSK profesional''.

Lalu pada tahun lalu, Sakurada yang juga Menteri Keamanan Siber itu mengaku selama hidupnya dia tidak pernah menggunakan komputer.

Sakurada mengisi jabatannya pada Oktober 2018 lalu, dengan tugas juga mempersiapkan keamanan siber selama perhelatan Olimpiade.***