ODESSA - Suasana sangat mengerikan dirasakan 134 penumpang dan kru pesawat Turkish Airlines Boeing 737 saat mendarat di Bandara Internasional Odessa, Ukraina, Kamis (21/11) malam.

Dikutip dari sindonews.com, badan pesawat tersebut koyak diterjang badai (angin kencang) dan tergelincir di landasan pacu Bandara.

Para penumpang panik ketika upaya pendaratan pertama gagal, meski pesawat sudah berjarak beberapa meter dari tanah. Kegagalan membuat pesawat berkeliling lagi di atas bandara untuk melakukan pendaratan lagi.

''Kami mulai turun dan saat pesawat menyentuh tanah, kami merasakan bau asap yang kuat,'' kata seorang penumpang kepada Strana Ukraine yang dilansir Mirror, Jumat (22/11/2019) malam.

''Kepanikan pecah. Semua orang panik, bahkan para kru. Pesawat tergelincir di landasan pacu dan berhenti di sebuah lapangan,'' ujarnya.

Rekaman video dari insiden itu menunjukkan pesawat mendarat di taxiway. ''Ada keheningan mematikan di dalam pesawat ketika pengereman dimulai,'' ujar penumpang yang tak disebutkan namanya itu. ''Kemudian, parasut diturunkan dengan cepat dan orang-orang dievakuasi.''

Roda depan pesawat pecah dan hidungnya menempel di tanah. Beberapa laporan mengatakan para kru tidak dapat menggunakan jalur keluar di depan dan sebagian besar penumpang keluar dari belakang.

Tidak ada yang terluka dalam evakuasi. Pihak Turkish Airlines mengatakan 134 penumpang dan awak telah dievakuasi dengan aman.

Bandara ditutup selama beberapa jam setelah keadaan darurat pada Kamis malam.

Pesawat yang terkoyak oleh angin kencang itu adalah penerbangan TK467 dari Istanbul ke kota pelabuhan Laut Hitam, Odessa, yang biasanya memakan waktu 90 menit.

Angin yang mengoyak pesawat dilaporkan berkecepatan 24 meter per detik dengan arah badai menuju laut dan menyebabkan pepohonan tumbang.

Itu adalah kecelakaan kedua pada hari yang sama di Bandara Internasional Odessa. Sebelumnya bandara telah ditutup selama dua jam setelah jet bisnis mengalami masalah selama tinggal landas dibatalkan.***