PANDEGLANG - Aparat Polres Pandeglang, Banten, menangkap AS (53), warga Jakarta Selatan, karena diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah janda dan gadis, termasuk gadis di bawah umur.

Dikutip dari sindonews.com, pelaku melakukan aksinya saat menjalankan ritual mendatangkan harta karun. Pelaku yang mengaku sebagai 'orang pintar' ini meminta syarat diberikan gadis yatim atau janda untuk syarat ritual mendatangkan harta karun tersebut. ​​

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP DP Ambarita mengatakan, terbongkarnya kasus pencabulan setelah adanya laporan dari warga karena adanya kejanggalan atas ritual pengambilan harta harun oleh tersangka. Setiap aksinya, pelaku mengaku sebagai ulama besar agar korban percaya.

''Kemudian warga bersama petugas Polsek Banjar kemudian menggerebek gubuk yang menjadi tempat persembunyiannya di Cikoneng, Kecamatan Kaduhejo Haru pada Ahad (19/1/2020),'' kata Ambarita kepada sindonews. Kamis (23/1/2020).

Diungkapkan Ambarita, dalam aksinya pelaku selalu mengaku sebagai orang pintar serta ulama besar kepada para korbannya yang datang dengan menjanjikan mampu mengambil harta karun.

''Pelaku kemudian mengadakan majelis zikir dan meminta syarat agar dibawakan anak perempuan yatim atau janda. Akan tetapi pelaku malah melakukan perbuatan cabul di gubuknya,'' ujar Ambarita.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku membawa korbannya ke dalam gubug tempat tidur pelaku kemudian dicabuli dan bahkan disetubuhi, dan di antara korban terdapat anak di bawah umur yang dicabuli.

''Pelaku juga selalu meminta dan (denda) Rp5 juta kepada orang-orang ingin mendapatkan berlian harta karun tersebut dengan alasan ada fitnah yang bisa menyebabkan berlian tidak dapat dimiliki,'' ungkapnya.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan peralatan ritual seperti tasbih, sorban, minyak wangi, botol jamu, gelang dan buku tabungan serta kartu ATM.

Akibat perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 76 E Jo Pasal 82 Undang-Undang RI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

''Ancaman hukuman 15 tahun penjara,'' pungkasnya.***