LAMPUNG - Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lampung Selatan terbakar, Kamis (2/5) siang. Ruang Kapolres dan Satreskrim ikut ludes.

Dikutip dari pojoksatu.com, upaya pemadaman oleh petugas pemadam sempat terganggu karena terjadinya ledakan di gudang senjata.

Aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan wartawan yang ikut meliput memilih mengamankan diri saat gudang senjata meledak.

Petugas meminta para wartawan untuk bersembunyi dan berlindung agar tidak terkena amunisi yang meledak.

''Sembunyi, sembunyi. Itu ledakan amunisi,'' kata salah seorang petugas Damkar Lampung Selatan, sekitar pukul 11.47 WIB, Kamis (2/5).

Informasi yang dihimpun, Mapolres Lampung Selatan mulai terbakar sekitar pukul 11.30 WIB.

Kabarnya, api berasal dari Bagian Perencanaan. Dengan cepat si jago merah merambat ke bangunan lain.

Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan api. Hingga pukul 11.50 WIB, api belum bisa dikuasai. Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api lantaran suplai air terbatas.

Barang Bukti Ludes

Polda Lampung akan menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab kebakaran Mapolres Lampung Selatan.

''Setiap terjadinya kebakaran akan dilakukan penyelidikan asal kebakaran,'' ucap Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad kepada radarlampung.co.id (grup Jawa Pos/pojoksatu), Kamis (2/5).

''Tidak tertutup kemungkinan juga akan dilakukan penyelidikan secara ilmiah atau sains cryme investigation melalui Puslabfor,'' tambahnya.

Terkait adanya dugaan unsur kesengajaan atau tidak, pihaknya memilih menunggu hasil kerja dari tim untuk menyelidikinya.

''Masih kita tunggu. Jadi memang salah satu ruangan Sium (Seksi Umum) itu terkunci tadi pagi, munculnya api dari sana,'' katanya.

Menurut Pandra, api bersumber dari ruangan Seksi Umum. Saat terbakar, ruangan itu dalam keadaan terkunci. Tidak ada aktivitas orang di dalam ruangan itu sebelum terjadi kebakaran.

''Ruangan Sium itu digunakan untuk menyimpan peralatan sound system,'' tambah Pandra.

''Kebakaran berasal dari ruangan seksi umum (Sium). Kemudian sumber api cepat merambat dan akhirnya membakar beberapa bangunan di depan,'' katanya.

Mantan Kapolres Kepulauan Meranti ini menambahkan, dua tim pemadam kebakaran dibantu dengan satu watercanon yang biasa dipakai untuk penyemprotan dikerahkan untuk memadamkan api.

Kebakaran ini menghanguskan sejumlah bangunan, diantaranya ruangan Kapolres Lampung Selatan, ruangan Satreskrim dan lobi.

Akibat kebakaran itu, sejumlah barang bukti kejahatan yang disimpan di ruangan Satreskrim dikabarkan ludes terbakar.***