LIMA - Mantan Presiden Peru Alan Garcia melakukan bunuh diri dengan menembak kepalanya. Aksi nekat itu dilakukannya saat akan ditangkap aparat kepolisian tekait kasus korupsi.

Dikutip dari kumparan.com, yang melansir AFP, Garcia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Kementerian Kesehatan Peru mengatakan. Garcia meninggal sekitar pukul 10.05 waktu setempat. Penyebab kematiannya adalah ''pendarahan otak yang parah akibat luka tembak''.

Menteri Kesehatan Peru, Zulema Tomas, mengatakan Garcia sempat 3 kali sadar setelah mengalami serangan jantung ketika menjalani operasi. Namun, akhirnya nyawanya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia.

"Pagi ini telah terjadi insiden yang sangat disayangkan. Presiden memutuskan untuk mengakhiri nyawanya," kata pengacara Garcia, Erasmo Reyna, kepada reporter, Kamis (18/4).

Upaya penangkapan Garcia dilakukan pukul 06.30 di kediamannya. Polisi akan menangkap Gracia atas kasus pencucian uang. Garcia rencananya akan ditahan selama 10 hari sehingga petugas kepolisian mendapatkan waktu untuk mengumpulkan barang bukti dan mencegahnya melarikan diri.

Sekretaris pribadi Garcia, Ricardo Pinedo, mengatakan Garcia memiliki 4-5 senjata api. Senjata api itu merupakan hadiah dari angkatan bersenjata. Polisi menduga Garcia menggunakan salah satu dari senjata api itu untuk menembak dirinya.

Garcia merupakan Presiden Peru yang berkuasa pada periode 1985-1990 dan 2006-2011. Ia diduga mendapat suap dari perusahaan konstruksi terbesar Brazil, Odebrecht, sebagai imbalan atas kontrak pekerjaan umum skala besar.

Pada November 2018, ia mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Uruguay setelah pengadilan memutuskan ia tidak bisa meninggalkan negara selama 18 bulan. Ia mengajukan permohonan suaka. Namun 16 hari setelahnya ia pergi karena permohonannya itu ditolak.***