MAKASSAR - Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Asmaul Husna, tewas setelah dibekap dan digorok kekasihnya, Ridhoyatul Khaer, Jumat (13/12/2019).

Dikutip dari tribunnews.com, Ridho sapaan pelaku, ditangkap saat berada di lokasi penemuan mayat Asmaul Husna, Sabtu kemarin.

Seorang personel Polsek Manggala, Makassar, Ahad (15/12/2019) siang, menuturkan, Ridho hadir ke lokasi pembunuhan atas permintaan pihak keluarga korban (Asmaul Husna).

''Jadi ceritanya itu kenapa dia (Ridho) hadir di TKP, karena ada keluarganya ini si korban (Asmaul Husna) menelepon ke dia (Ridho), bilang kesana saiko nak, lihati adekmu, ada penemuan mayat di Antang, jadi kesanami," ujar polisi berpakaian sipil yang enggan menyebut namanya itu.

Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin menuturkan, Ridho dan Husna sapaan Asmaul Husna menjalin hubungan dekat pada Maret 2019 atau sekitar sembilan bulan lalu.

''Kalau pengakuan pelaku (Ridho) dia bilang mulai menjalin hubungan dekat bulan tiga tahun ini kalau tidak salah. Dia (Ridho) tidak bilang pacaran, pengakuannya hubungan dekat,'' kata Syamsuddin.

Syamsuddin pun menjelaskan kronologis terungkapnya pembunuhan mahasiswi asal Soppeng tersebut.

''Kronologisnya, dia (Ridho) datang ke rumah korban (Husna) hari Jumat sekitar jam tiga sore. Sesampainya di rumah korban, dia bertemu dengan korban sendiri,'' ungkap Syamsuddin.

Saat bertemu, lanjut Syamsuddin, Ridho dan Husna pun berbincang di teras rumah yang diketahui milik ketua KPU Pangkep Burhanuddin. Rumah tersebut terletak di Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar.

''Setelah berbincang-bincang di teras. Korbannya (Husna) masuk ke dalam kamar dan memanggil si pelaku ini (Ridho),'' kata Syamsuddin.

Di dalam kamar, keduanya (Ridho dan Husna) terlibat adu mulut, kemudian terjadilah pembunuhan.

''Sesampainya di dalam kamar, terjadi seperti cekcok sekitar lima menit antara korban (Husna) dengan pelaku (Ridho). Kemudian, terjadilah pelaku melakukan perbuatan (pembunuhan) kepada si korban,'' tuturnya.

Ridho menghabisi nyawa Husna dengan menggunakan bantal dan pisau dapur.

''Awalnya pelaku (Ridho) membekap wajah korban (Husna) dengan menggunakan bantal. Setelah menyekap kurang lebih 15 menit, dia (Ridho) melepas dan melihat jari tangannya korban bergerak masih hidup, pelaku pun masuk ke dapur dan mengambil pisau,'' kata Syamsuddin.

Ridho pun kembali ke dalam kamar dan menggorok leher Husna.

''Caranya itu, satu tangan memegang bantal, satu tangan memegang pisau lalu mengiris leher korban,'' ungkapnya.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Yubisono, memastikan, motif pembunuhan Husna oleh pacarnya lantaran persoalan janin yang dikandung.

Ridho murka dan marah besar lalu memutuskan membekap dan menggorok leher Husna setelah korban meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya.

''Kasus pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin yaitu karena dia (Asmaul Husna) hamil empat bulan,'' kata Yudhiawan Yubioaso saat hadiri Tani On Stage di kawasan Monumen Mandala.***